Kerja sama koperasi pertanian Asean diperkuat

Wirausaha
Muhammad Sarwani
Muhammad Sarwani - Bisnis.com 27 Mei 2011  |  15:25 WIB

Wirausaha

27 Mei 2011

Oleh Mulia Ginting Munthe

Bisnis Indonesia

JAKARTA: Kerja sama antar pelaku koperasi di seluruh Asia Tenggara akan diperkuat lagi pada pertemuan Asean Center for the Development of Agricultural Cooperatives pada 29 Mei hingga 2 Juni di Manila Filipina.

Braman Setyo, Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM yang menangani bidang pertanian menjelaskan Indonesia pada pertemuan itu dipercaya menjadi wakil ketua sidang atau co-chair.

Sebelumnya masing-masing negara akan mempresentasikan perkembangan masing-masing koperasi pertanian di negaranya. Lalu akan ditindaklanjuti demean program ke depan untuk memperkuat kerja sama, ujar Braman Setyo kepada Bisnis, hari ini.

Menurut dia, pada sidang sama Tahun 2012, status Indonesia akan naik dari wakil ketua sidang menjadi ketua. Sedangkan tuan rumah penyelenggara agenda tahunan untuk membahas kinerja koperasi antar asean itu adalah Thailand.

Selain itu ada agenda sidang lainnya di tempat sama yang khusus membahas perkembangan koperasi pertanian adalah Sectoral Working Group of Agricultural Cooperatives (ASWGAC). Peserta ACEDAC dan ASWGAC merupakan delegasi sama dari seluruh peserta.

Meliadi Sembiring, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koperasi dan UKM yang menjadi ketua delegasi Indonesia, menjelaskan peningkatan kerja sama antar koperasi pertanian se Asia Tenggara diperlukan, terutama menyikapi perdagangan bebas antara Asean dengan China.

Selama ini kerja sama memang sudah terjalin. Akan tetapi seluruh anggota menyadari harus ada peningkatan yang saling menguntungkan. Masih ada kendalanya, namun melalui pertemuan pada tahun ini diharapkan kerja sama bisa lebih intensif, papar Meliadi Sembiring.

Peningkatan kerja sama antar koperasi pertanian seluruh Asean optimistis bisa ditingkatkan, karena akan hadir 3 negara Asia yang turut mendukung agenda kerja ACEDAC, yakni Korea Selatan, China, dan Jepang. Ketiga Negara plus Asean ini akan mendukung kinerja melalui dukungan finansial.

Menurut Meliadi, ketiga negara itu akan membantu dari sisi peningkatan kualitas SDM koperasi seperti melalui pelatihan-pelatihan. Khususnya terhadap SDM koperasi-koperasi pertanian yang sudah masuk anggota ACEDAC.

Hingga saat ini masih ada satu negara Asean yang belum memiliki koperasi pertanian, yakni Laos. Namun pada setiap pertemuan wakil Laos diundang hadir meski selama ini diwakili oleh kelompok pertanian, tutur Meliadi Sembiring.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top