G-8: Penguatan ekonomi global kurangi dampak resesi

DEAUVILLE: Para pemimpin G-8 menyatakan penguatan perekonomian global merupakan jalan untuk mengurangi dampak resesi yang mengikuti krisis keuangan 2008.Kelompok Eropa bersumpah akan memerangi krisis fiskal dengan tekat yang kuat, sementara Presiden
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Mei 2011  |  11:25 WIB

DEAUVILLE: Para pemimpin G-8 menyatakan penguatan perekonomian global merupakan jalan untuk mengurangi dampak resesi yang mengikuti krisis keuangan 2008.Kelompok Eropa bersumpah akan memerangi krisis fiskal dengan tekat yang kuat, sementara Presiden Amerika Serikat Barack Obama menjanjikan adanya transparasi dan kredibilitas untuk stretegi pengurangan defisit di negara paman Sam itu. Jepang memposisikan diri untuk tetap mengkalkulasikan pendapatan hingga perekonomian kembali normal sejak terjadinya gempa bumi dan tsunami pada Maret lalu. Pemulihan kondisi global saat ini telah mencapai tahap penguatan dan akan menjadi stabil, tertulis dalam rancangan pernyataan yagn dipersiapkan oleh para pemimpin G-8 dalam pertemuan yang berakhir di Deauville, Prancis hari ini. Tanpa memberikan peta yang jelas mengenai target yang akan dicapai, para pemimpin negara anggota G-8 tetap fokus mengupayakan pemulihan dan stabilisasi keuangan publik. Krisis ekonomi global yang terjadi saat ini merupakan yang terberat sejak kasus Great Depression pada 1929, yang melumpuhkan perekonomian Amerika pada waktu itu. Krisis yagn terjadi saat ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, Jepang, dan 17 negara yang berada di kawasan Eropa, terganggu. Dua ekonom dunia yakni Kenneth Rogoff dan Carmen Reinhart menyatakan prospek pertumbuhan ekonomi akan jauh dari target. Pada 25 Mei lalu, Organization for Economic Cooperation and Development telah memberikan peringatan lubang besar pada keuangan publik akan masuk ke tahap pemulihan. Diprediksikan pertumbuhan ekonomi dunia akan mencapai 4,2% pada tahun ini, dan 4,6% pada 2012. Pada rancangan G-8 itu disebutkan pula bahwa risiko penurunan pertumbuhan ekonomi tetap mengancam, dan ketidakseimbangan ekonomi internal dan eksternal tetap menjadi perhatian utama. Harga komoditas dan volatilitas yang ebrlebihan akan berdampak pada proses pemulihan ekonomi. Para pemimpin negara anggota G-8 yakni Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Inggris, Prancis, Italia, Kanada, dan Rusia akan mengeluarkan pernyataan resmi pada pertemuan final, dengan tuan rumah Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy. Dengan kondisi pengangguran yang mencapai angka 9% di Amerika Serikat, dan 9,9% di kawasan Eropa, membuat para pemimpin negara anggota G-8 melakukan banyak terobosan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan membuka peluang pekerjaan. Pada rancangan itu juga ditegaskan bahwa G-20 yang lebih luas, termasuk keterlibatan negara-negara berkembang seperti China, India, dan Brasil. Pertemuan negara anggota G-20 dijadwalkan akan dilaksanakan pada November di Cannes, Prancis. Pertemuan itu akan mencoba untuk menyelesaikan sistem radar internasional yang akan dipakai untuk memberikan peringatan dini terjadinya ketidakseimbangan ekonomi, yang berdampak pada keuangan dan anggaran. (diena lestari/ln)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top