JAKARTA: PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk mulai mengerjakan proyek engineering, procurement & constructions pembangkit listrik tenaga panas bumi di Jawa Barat pada tahun ini.
Sekretaris Perusahaan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PT PP) Bety Ariana mengatakan proyek yang dikerjakan itu akan memperbesar bisnis perseroan di sektor engineering, procurement & constructions (EPC). "Kami akan segera memulai pembangunan pembangkit listrik dalam waktu dekat ini, sedangkan rencana untuk menjadi operatornya kami belum bisa menyebutkan," ujarnya hari ini. Pembangkit listrik panas bumi yang akan dibangun PTPP berkapasitas 40 Mega Watt, dengan nilai proyek US$120 juta. Proyek ini ditargetkan rampung dalam jangka waktu tiga tahun, terhitung sejak 2011. Selain proyek pembangkit listrik, perseroan juga mengincar proyek yang dikendalikan sejumlah BUMN infrastruktur, seperti PT Pelabuhan Indonesia, PT Angkasa Pura, PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk, dan PT Perusahaan Listrik Negara. Hingga akhir tahun lalu, emiten ini diperkirakan mengantongi pendapatan Rp4,5 triliun dengan proyeksi laba bersih mencapai Rp201 miliar. Capaian laba bersih itu tumbuh 23,3% dari posisi tahun sebelumnya. Kementerian BUMN mendorong perusahaan milik pemerintah yang bergerak di sektor konstruksi untuk memperbesar bisnis EPC, pasalnya potensi proyek sektor ini lebih besar dari pada proyek-proyek pemerintah.Untuk memperbesar sektor itu, BUMN konstruksi didorong untuk mengakuisisi perusahaan lain yang bergerak di bidang EPC. (esu)PT PP mulai garap proyek geothermal
JAKARTA: PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk mulai mengerjakan proyek engineering, procurement & constructions pembangkit listrik tenaga panas bumi di Jawa Barat pada tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Penulis : Mardianah Noerdjali
Editor : Mursito
Topik
Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

11 jam yang lalu
Rekor Baru Harga Emas Dibayangi Tarif Trump dari AS
Artikel Terkait
Berita Lainnya
Berita Terbaru

2 jam yang lalu
Penyelundupan Sabu Seberat 95.000 Kg Berhasil Digagalkan
Terpopuler
# Hot Topic
Rekomendasi Kami
Foto
