Thohir & Sandy lepas ADRO Rp323,81 miliar

JAKARTA: Garibaldi Boy Thohir (46 tahun), CEO dan salah satu pemegang saham utama PT Adaro Energy Tbk melepas 97,5 juta sahamnya di produsen batu bara terbesar kedua nasional itu pada harga Rp2.475 per lembar.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 31 Desember 2010  |  11:50 WIB

JAKARTA: Garibaldi Boy Thohir (46 tahun), CEO dan salah satu pemegang saham utama PT Adaro Energy Tbk melepas 97,5 juta sahamnya di produsen batu bara terbesar kedua nasional itu pada harga Rp2.475 per lembar.

Langkah tersebut juga diikuti Sandiaga Salahuddin Uno (42 tahun), komisaris yang juga salah satu pemegang saham Adaro. Sandy melepas 27,5 juta juta saham berkode ADRO miliknya pada harga Rp3.000 per lembar. Transaksi tersebut terjadi pada 20 Desember.Dari transaksi seperti disampaikan laporan bulanan kepemilikan saham melalui keterbukaannya ke Bursa Efek Indonesia hari ini, kedua pengusaha muda yang juga mengendalikan portofolio investasi di sejumlah emiten tersebut meraup total dana Rp323,81 miliar.Dalam perdagangan terakhir kemarin, saham Adaro naik tipis 0,99% ke Rp2.550 per unit dengan nilai kapitalisasi pasar Rp81,6 triliun atau sekitar US$9 miliar. Sepanjang tahun, saham Adaro meraih gain 47,4%, tipis di atas gain IHSG, 46,13%.Adaro adalah produsen batu bara terbesar kedua nasional setelah PT Bumi Resources Tbk dengan total produksi 42 juta ton. Perseroan yang mulai listing di BEI sejak 14 Juli 2008 ini berencana melipatgandakan capaiannya menjadi 80 juta ton pada tahun-tahun mendatang.Selain Boy Thohir dan Sandiaga Uno, pemilik utama saham Adaro lainnya adalah 'keluarga alumni Astra' seperti Edwin Soeryadjaja, Theodore Permadi Rachmat, Teddy Thohir (ayah Boy Thohir), serta Benny Subianto. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top