Demokrat tak perlu khawatir gertakan PKS & PPP

JAKARTA: Partai Demokrat seharusnya tidak perlu khawatir dengan ancaman PKS dan PPP untuk keluar dari Sekretariat Gabungan (Setgab) karena bersama Golkar ditambah satu partai lain saja sudah cukup bagi partai berkuasa itu untuk menguasai parlemen.Pengamat
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 Desember 2010  |  09:39 WIB

JAKARTA: Partai Demokrat seharusnya tidak perlu khawatir dengan ancaman PKS dan PPP untuk keluar dari Sekretariat Gabungan (Setgab) karena bersama Golkar ditambah satu partai lain saja sudah cukup bagi partai berkuasa itu untuk menguasai parlemen.Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi berbicara menanggapi polemik keanggotaan parpol di Setgab yang muncul akhir-akhir ini. Sebelumnya PKS dan PPP mengaku tidak nyaman dengan donminasi Partai Golkar dan Partai Demokrat dalam mengambil keputusan di Setgab sehingga mewacanakan pembentukan Poros Tengah."Dengan Golkar saja Demokrat sudah menguasai 46% suara di parlemen, tinggal menambah satu partai saja untuk menjadi mayoritas di parlemen," ujar Burhanuddin kepada Bisnis hari ini. Menurut dia, kalau ada ancaman dari PKS dan PPP untuk keluar dari Setgab, itu hanya gertak sambal saja karena keduanya mempunyai banyak menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II.Burhanuddin mengaku keharmonisan parpol pendukung pemerintah di Setgab lebih ditentukan oleh keharmonisan antara PD dan Golkar. PD akan lebih memperhitungkan Golkar untuk tetap bersama di Setgab. Pasalnya, PD pernah kelimpungan ketika keduanya berbeda pendapat soal kasus Bank Century sehingga akhirnya ada pemikiran dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ketua dewan pembina PD untuk membentuk Setgab.Sebelumnya Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah menegaskan bila PKS dan PPP ingin membuat poros tengah, maka akan dieliminir dari kabinet.Menanggapi pernyataan tersebut Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Arwani Thomafi menilai ancaman Partai Demokrat adalah bentuk pengambilalihan kewenangan Presiden Yudhoyono orang yang mempunyai hak prerogatif.Dia menyatakan PPP tidak akan khawatir dengan ancaman Partai Demokrat tersebut karena dalam urusan kabinet, PPP hanya berhubungan dengan SBY secara langsung, tidak dengan PD. "PPP masih percaya pada Presiden Yudhoyono ketimbang Partai Demokrat," ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.Thomafi mengungkapkan kritik yang dilontarkan PPP terhadap Setgab bertujuan agar parpol anggota Setgab segera mengambil langkah konkret sehingga Setgab dapat dikembalikan pada tujuan awal pendiriannya. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top