Eman Suparman jadi Ketua Komisi Yudisial

JAKARTA: Eman Suparman dan Iman Anshori Saleh terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) periode Desember 2010-Juni 2013. Lembaga tersebut diminta merespon cepat pengaduan masyarakat.Pemilihan ketua dan wakil ketua KY dilakukan menggunakan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 Desember 2010  |  09:24 WIB

JAKARTA: Eman Suparman dan Iman Anshori Saleh terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) periode Desember 2010-Juni 2013. Lembaga tersebut diminta merespon cepat pengaduan masyarakat.Pemilihan ketua dan wakil ketua KY dilakukan menggunakan mekanisme pemungutan suara dari tujuh komisioner KY. Untuk ketua KY, Eman memperoleh empat suara, sedangkan Abbas Said memperoleh tiga suara. Untuk wakil ketua KY, Iman Anshor Saleh mendapat empat suara, Abbas Said dua suara dan Jaja Ahmad Jayus satu suara."Tolong tegur saya jika saya salah dan tak berada pada tempatnya," ujar Eman dalam sambutannya seusai terpilih resmi menjadi ketua KY di Jakarta hari ini. Jabatan keduanya akan dievaluasi kembali pada 2,5 tahun mendatang.Dia mengharapkan semua elemen internal maupun eksternal agar dapat bekerja sama untuk menjalankan fungsi dan kewenangan KY di masa mendatang. Eman mengharapkan revisi UU KY pada 2011 akan meningkatkan peranan lembaga tersebut.Pemilihan ketua dan wakil ketua KY dilakukan secara terbuka dan mengundang sejumlah pejabat publik dan perwakilan masyarakat. Mereka yang hadir di antaranya adalah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas dan anggota Koalisi Pemantau Peradilan.Peneliti Hukum ICW Donald Fariz mengatakan KY harus lebih cepat merespon pengaduan masyarakat dan jangan sampai jabatan komisoner KY menjadi pekerjaan sampingan saja. Dia mengatakanhal itu terkait dengan pengalaman komisoner lama yang lebih mementingkan mengajar daripada menjalankan peranan komisioner KY."KY sekarang harus lebih cepat merespon pengaduan masyarakat tentang dugaan hakim nakal. Jangan sampai komisioner KY hanya menjadi pekerjaan sampingan, sehingga menghambat penanganan pengaduan masyarakat," kata Donald. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top