PKS bantah cari sensasi soal Setgab

JAKARTA: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membantah bila pihaknya dianggap hanya mencari sensasi ketika berkomentar mengenai dominasi beberapa partai di Setgab."Kami sudah beberapa kali sampaikan di internal Setgab tetapi tidak ada perubahan, ya kami
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 Desember 2010  |  09:50 WIB

JAKARTA: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membantah bila pihaknya dianggap hanya mencari sensasi ketika berkomentar mengenai dominasi beberapa partai di Setgab."Kami sudah beberapa kali sampaikan di internal Setgab tetapi tidak ada perubahan, ya kami sampaikan lagi. Jadi ini bukan sensasi," ujar Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq seusai acara refleksi akhir tahun KPI hari ini. Ketua Komisi I ini justru khawatir bila kondisi dominasi dan perbedaan suara terus terjadi di Setgab akan mencuat ke publik, sehingga memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai fungsi Setgab. Menurutnya, suara yang dia kemukakan tersebut merupakan suara evaluasi kritis yang harus disampaikan. "Bila terus didiamkan justru dikhawatirkan akan menggangu pemerintahan karena Setgab akan menjadi tidak efektif." Mahfudz mengatakan pola koordinasi komunikasi yang menciptakan situasi tidak sehat dimana ada yang terpinggirkan dan ada pula yang mendominasi.Gagasan tidak boleh dipinggirkan dan tidak boleh mendominasi merupakan syarat penting bila pemerintah ingin tetap bertahan hingga 3,5 tahun ke depan. "Kalau ingin sukses, koalisi harus solid, maka setgab harus dibenahi."Sementara itu, mengenai keberadaan partainya di Setgab, Mahfudz menegaskan bahwa PKS akan tetap komitmen di Setgab. "Sejauh ini tidak ada perubahan sikap kami di koalisi."Sebelumnya, ketua Fraksi PKB Marwan Jafar menilai wacana yang dikemukakan PKS mengenai adanya dominasi partai di Setgab hanya kegentinan luar biasa dari partai yang sedang mengalami pubertas untuk mencari sensasi. "Ini masa pubertas, dan mencari sensasional padahal hanya main-main saja," katanya. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top