Muhaimin dukung poros tengah

JAKARTA: Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PKB Muhaimin Iskandar menyampaikan dukungannya atas wacana pembentukan poros tengah yang digulirkan partai-partai menengah."Saya berpendat jika koalisi di partai kelas menengah dalam tema tertentu boleh saja,
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Desember 2010  |  09:21 WIB

JAKARTA: Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PKB Muhaimin Iskandar menyampaikan dukungannya atas wacana pembentukan poros tengah yang digulirkan partai-partai menengah."Saya berpendat jika koalisi di partai kelas menengah dalam tema tertentu boleh saja, seperti pembahasan sistem pemilu yang adil," katanya di sela-sela acara Refleksi Akhir Tahun 2010 di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat.Dia menilai koalisi partai tengah penting agar pembahasan sistem pemilu tidak didominasi kepentingan partai besar."Partai besar, seperti Demokrat dan Golkar pasti sesuai maunya. Koalisi partai tengah untuk pemilu berkeadilan kita setuju," ujarnya dalam acara refeleksi bertema 'Meneguhkan Pluralisme Hidup Berbhinneka Tunggal Ika' sekaligus memperingati satu tahun wafatnya Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tadi malam. Cak Imin, nama panggilan Muhaimin, sendiri mengaku sudah berkomunikasi dengan petinggi PPP. "Baru PPP yang menghubungi saya untuk membahas undang-undang Pemilu. Tujuan PKB dan PPP dalam poros tengah agar pemilu yang adil dan tidak boleh didominasi partai-partai besar," katanya.Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan PPP Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pihaknya belum tahu mengenai wacana poros tengah untuk meningkatkan posisi tawar di Sekretariat Gabungan (Setgab)partai politik pendukung pemerintahan SBY-Boediono."Saya belum tahu soal wacana poros tengah, siapa yang mengusulkan gagasan itu," kata Lukman di Gedung Parlemen Jakarta kemarin.Acara refleksi ini dihadiri para kader PKB dari berbagai DPC dan beberapa tokoh agama lain.Dibuka dengan musik Tiongkok, Cak Imin seakan menegaskan tema yang diusung dalam perayaan ini, yaitu Meneguhkan Pluralisme Hidup Berbhineka Tunggal Ika. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top