Wapres bentuk yayasan situs Bung Karno

ENDE, NTT: Wapres Boediono mengajak tokoh masyarakat di Nusa Tenggara Timur membentuk sebuah yayasan untuk melestarikan situs Bung Karno di Ende.Yayasan ini akan aktif mengurus empat situs Bung Karno di Ende dan membuat konsep untuk mengisi berbagai
News Editor | 28 Desember 2010 12:51 WIB

ENDE, NTT: Wapres Boediono mengajak tokoh masyarakat di Nusa Tenggara Timur membentuk sebuah yayasan untuk melestarikan situs Bung Karno di Ende.Yayasan ini akan aktif mengurus empat situs Bung Karno di Ende dan membuat konsep untuk mengisi berbagai kegiatan. Yayasan situs Bung Karno itu diperlukan agar keberadaan situs di Pulau Flores itu bisa menjadi objek wisata yang menarik."Kami akan membentuk yayasan. Ini inisiatif pribadi tokoh di Jakarta dan NTT. Yayasan ini untuk yang peduli akan kelestarian situs ini. Tidak hanya merenovasi, namun memikirkan kegiatan selanjutnya," ujar Boediono saat pencanangan pemugaran situs Bung Karno di Kabupaten Ende, NTT, sore ini.Wapres mengatakan pemugaran situs Bung Karno itu akan dilanjutkan dengan aksi nyata oleh sebuah yayasan. Lembaga ini yang akan mengurusi segala keperluan untuk pemugaran situs. Yayasan ini akan diisi oleh tokoh yang peduli akan keberadaan situs tersebut.Proklamator Soekarno pernah menghabiskan masa mudanya di Ende selama 4 tahun saat dibuang oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada 1934-1938. Di Ende, Soekarno merumuskan rancangan dasar-dasar kenegaraan Indonesia termasuk Pancasila.Ada empat situs Bung Karno di wilayah ini yaitu rumah pengasingan, taman perenungan, makam orang tua dari Inggit Garnasih, dan gedung Imakulata yang merupakan lokasi pementasan teater atau tonil.Pemugaran situs ini merupakan inisiatif dari Wapres dan sejumlah tokoh saat meninjau wilayah ini pada massa kampanye pemilu 2009. Saat itu, Wapres merasa prihatin dengan situs Bung Karno yang kurang terawat.Padahal, saat dibuang di Ende, Soekarno merancang dasar-dasar kenegaraan Indonesia, termasuk merumuskan draf Pancasila. Menurut Boediono, situs ini perlu dilestarikan karena merupakan lokasi yang bersejarah dari bagian perjuangan rakyat Indonesia. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top