Djakarta Lloyd tunggu kontrak angkutan batubara 5 juta ton

JAKARTA: PT Djakarta Lloyd (Persero) menunggu kepastian pemberian kontrak pengangkutan sebanyak 5 juta ton batu bara dari PT PLN dalam rangka restrukturisasi perseroan BUMN itu.
Tisyrin Naufalty Tsani | 28 Desember 2010 12:27 WIB

JAKARTA: PT Djakarta Lloyd (Persero) menunggu kepastian pemberian kontrak pengangkutan sebanyak 5 juta ton batu bara dari PT PLN dalam rangka restrukturisasi perseroan BUMN itu.

Pjs. Presiden Direktur PT Djakarta Lloyd (Persero) Bambang Sudarsono mengatakan pihaknya sudah melakukan penjajakan kerja sama dengan pihak ketiga dalam hal penyediaan armada angkutan batu bara.

Namun, katanya, kerjasama dengan pihak ketiga tersebut belum bisa direalisasikan karena perseroannya belum menerima kontrak dari PLN. "Kontrak dari PLN dalam rangka sinerji BUMN itu yang sekarang kami tunggu," katanya sore ini.

Dalam rencananya perseroan tersebut akan memasok batu bara ke empat pembangkit yakni PLTU Labuan di Provinsi Banten, PLTU Labuan Angin di Sumatra Utara, PLTU Pacitan di Jawa Timur dan PLTU Pelabuan Ratu di Jawa Barat.

PLTU Labuan, Banten didesain berukuran 2x300 Mega Watt (MW) dan memerlukan pasokan batu bara sebanyak 1,90 juta ton per tahun, sedangkan PLTU Labuan Angin, Sumatra Utara didesain berukuran 2x200 MW dengan kebutuhan batu bara sebanyak 0,5 juta ton per tahun.

Adapun PLTU Pacitan, Jawa Timur didesain berukuran 2x300 MW dengan kebutuhan pasokanbatu bara sebanyak 1,90 juta ton, sedangkan PLTU Pelabuhan Ratu, Jawa Barat berkapasitas 3x300 MW dan memerlukan batu bara sebanyak 2,86 juta ton per tahun.

Hingga saat ini belum diketahui nilai kontrak pengangkutan tersebut, tetapi berdasarkan tarif angkutan [freight) saat ini yakni sekitar RpllO.000 per ton, maka Djakarta Lloyd berpeluang meraup Rp550 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top