Kabar Bandung: Pasar otomotif tetap tumbuh

News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Desember 2010  |  05:34 WIB

BANDUNG: Rangkuman kilasan berita ekonomi dan bisnis dari media massa cetak harian yang beredar di Jabar hari ini: Pelaku pelayaran menyurati Menteri Perhubugan agar tidak merevisi UU No.17/2008 tentang Pelayaran, tetapi cukup merevisi Peraturan Menteri Perhubungan No KM 26/2006. (BISNIS INDONESIA)Pasar otomotif tahun Jabar tahun 2011 diprediksi tetap tumbuh positif kendati dihadapkan kebijakan pemerintah membatasi subsidi bahan bakar minyak bagi kendaraan pribadi serta penerapan pajak progresif. (KOMPAS)Pengusaha properti di Jawa Barat berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan yang mengatur pajak harga jual rumah sejahtera.Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (APPRSI) Jabar Ferry Sandhyana Rahman mengungkapkan, jika tidak ada kebijakan yang mengatur pajak tersebut, daya beli masyarakat terhadap produk properti dikhawatirkan akan semakin turun. (SEPUTAR INDONESIA)Pemerintah Kota Bandung memastikan teknologi yang akan dipakai untuk insinerator atau pembakaran sampah diadopsi dari China. Meski begitu,pemerintah menjamin teknologi ini tidak akan berdampak terhadap lingkungan. Ya, jangan dikomparasikan dengan motor China (mocin). Hal itu jauh berbeda dengan teknologi yang akan dipakai dalam mesin pengolah sampah. (SEPUTAR INDONESIA)Teknologi cloud computing (komputasi awan) diperkirakan mulai membumi pada 2011. Potensi pasarnya diperkirakan berada pada kisaran 0,7-2 persen atau sekitar Rp 280 miliar-Rp 1,6 triliun dari total belanja teknologi informasi (TI) nasional yang diprediksi mencapai Rp 40 triliun-Rp 80 triliun.Meskipun demikian, Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision Dimitri Mahayana menilai, total pasar yang terserap pada 2011 kemungkinan besar hanya Rp 500 miliar. Kendala terbesar datang dari persoalan sekuritas karena data perusahaan diserahkan kepada pihak ketiga. (PIKIRAN RAKYAT)Jelang akhir tahun, kestabilan nilai rupiah mengerek minat berwisata ke luar negeri pada saat libur akhir tahun. Diprediksi peningkatan mencapai sepuluh persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sekretaris Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) Yachya Mahmoed memaparkan, stabilnya nilai rupiah sejak beberapa waktu terakhir, menyebabkan sejumlah paket wisata ke luar negeri banyak diburu wisatawan domestik. (PIKIRAN RAKYAT)Sebanyak 114.000 ton produk pangan strategis di Jawa Barat, ternyata dihasilkan melalui pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) dari kawasan kehutanan Perum Perhutani Unit III. Jumlah sebanyak itu dihasilkan selama dua tahun terakhir.Pengadaan beras oleh Bulog Divre Jabar pada awal tahun depan diperkirakan akan mengalami hambatan. Potensi anomali iklim yang masih akan berlangsung, ikut memengaruhi hasil panen, kualitas produksi, sekaligus penyerapan beras oleh Bulog. (PIKIRAN RAKYAT)PT Indonesia Power siap merelokasi sejumlah pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) ke luar Jawa-Bali. Relokasi ini dilakukan setelah sistem kelistrikan Jawa-Bali memperoleh tambahan pasokan dari proyek listrik 10.000 MW.Sekretaris Perusahaan PT Indonesia Power, Nursita Indriani mengatakan, pemindahan ini dilakukan paling cepat tahun depan atau menyesuaikan permintaan PLN yang ingin menambah kapasitas daya diluar system listrik Jawa-Bali. (NERACA) (ln)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top