Yusril akan bawa kasusnya ke Mahkamah Internasional

JAKARTA: Yusril Ihza Mahendra, tersangka korupsi sistem administrasi badan hukum (sisminbakum) pada Kementerian Hukum dan HAM, menegaskan dia akan melawan jika Kejaksaan Agung bersikeras membawa kasusnya ke pengadilan. "Kalau ini terus didakwa, saya
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Desember 2010  |  13:02 WIB

JAKARTA: Yusril Ihza Mahendra, tersangka korupsi sistem administrasi badan hukum (sisminbakum) pada Kementerian Hukum dan HAM, menegaskan dia akan melawan jika Kejaksaan Agung bersikeras membawa kasusnya ke pengadilan. "Kalau ini terus didakwa, saya akan teruskan ini ke Mahkamah Internasional," katanya hari ini.Sebab, lanjutnya, keinginan Korps Adhyaksa melanjutkan kasus ini menjadi tanda tanya besar bagi dirinya. Mantan menteri sekretaris negara itu mencurigai Kejagung disuruh oleh pihak tertentu secara politik untuk memainkan kasus sisminbakum."Jelas ada orang dijadikan target yang lain [tapi] tidak disebutkan namanya, tidak dijadikan sasaran. Sehingga menimbulkan pertanyaan apakah ini suatu penegakan hukum atau permainan politik? Ini jelas kental dengan politik," tambahnya.Yusril menegaskan jika Kejagung melawan secara politik maka dirinya tidak akan gentar melawan secara politik.Terkait dengan keinginan Yusril membawa ke Mahkamah Internasional, Kapuspenkum Kejagung Babul Khoir Harahap mengatakan tidak mengerti dengan keinginan Yusril tersebut. "Dalam negeri saja saya gak ngerti, apalagi internasional," katanya sore ini.Babul menegaskan pihaknya tetap akan melanjutkan kasus Yusril dalam perkara sisminbakum ke pengadilan. "Ya bisa saja [dilimpahkan ke pengadilan pada Januari 2011] kenapa tidak," ujarnya.Babul mengakui kasus sisminbakum ini mendapat banyak kecaman dan permintaan supaya dihentikan, tetapi hukum harus tetap berjalan. Untuk itu, tambahnya, pelanjutan ke pengadilan merupakan jalan terbaik sehingga tak ada polemik lagi dengan pengujian kebenaran kasusnya di depan hakim persidangan. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top