Setgab dinilai salahi demokrasi

JAKARTA: Ketua MPR Taufiq Kiemas menilai Setgab parpol pendukung pemerintah sebenarnya menyalahi demokrasi karena lembaga itu memisahkan antara siapa kawan dan lawan."Demokrasi kita adalah demokrasi gotong royong, jadi Setgab itu menyalahi demokrasi,"
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Desember 2010  |  13:54 WIB

JAKARTA: Ketua MPR Taufiq Kiemas menilai Setgab parpol pendukung pemerintah sebenarnya menyalahi demokrasi karena lembaga itu memisahkan antara siapa kawan dan lawan."Demokrasi kita adalah demokrasi gotong royong, jadi Setgab itu menyalahi demokrasi," ujar Taufiq dalam acara penyampaian refleksi akhir tahun MPR hari ini. Selain Taufiq juga turut menjadi nara sumber pada acara itu Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saefuddin dan pengamat politik Yudi Latief.Menurut Taufiq, adanya Setgab telah membuat kelompok minoritas berada pada satu sisi dan kelompok mayoritas ada pada sisi lain. Padahal semua kelompok dalam negara demokrasi mempunyai hak dan kalau kelompok minoritas betul harus diterima oleh mayoritas. "Kalau saya prinsipnya kalau sama Setgab tidak setuju, seolah-olah ada lawan ada kawan. Kendati PDIP tidak masuk ke dalam Setgab namun partai itu masih bisa tetap bersama-sama dengan pemerintah," ujarnya.PDIP, katanya, akan tetap tidak masuk dalam pemerintahan meski bisa melakukan sinergi dalam kerangka konstitusi. Dia menyontohkan kerja sama dengan Partai Demokrat karena sama-sama belum memiliki calon presiden untuk Pilpres 2014. "Kami masuk atau tidak, tetap akan membantu pemerintah asal dalam konstitusi karena tidak mungkin konstitusi itu tidak membela rakyat," ujarnya.Sementara itu, pengamat politik dari Reform Institute Yudi Latief mengatakan dalam pratiknya Setgab merupakan lembaga untuk membagi-bagi kepentingan elit kekuasaan. Menurut dia, keberadaan lembaga yang dipimpin oleh Ketua Unmum Partai Golkar itu kontraproduktif dalam tatanan kenegaraan."Dalam praktiknya Setgab bermasalah karena pada masalah pokok kebijakan biasanya mereka berpecah belah," ujarnya. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top