Inti targetkan perolehan laba Rp19 miliar

News Editor | 27 Desember 2010 10:40 WIB

JAKARTA: PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) menargetkan perolehan laba mencapai Rp19 miliar atau melonjak 442,85% dari proyeksi laba akhir tahun ini sebesar Rp3,5 miliar.

Direktur Utama Inti Irfan Setiaputra mengatakan peningkatan laba tersebut didapat seiring dengan banyaknya proyek kerjasama perseroan dengan sejumlah instansi seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Laba tahun lalu Rp2,6 miliar. Akhir tahun ini kami harap bisa Rp3,5 miliar mungkin lebih. Untuk tahun depan kami berharap bisa sampai Rp19 miliar [laba], karena banyak proyek yang akan kami kerjakan, ujarnya hari ini.

Irfan mengatakan kerja sama antara Telkom dan Inti dalam hal modernisasi jaringan akses primer tembaga Telkom menjadi jaringan akses fiber optik yang telah ditandatangani pada April lalu diharapkan dapat mulai berjalan pada tahun depan.

Selain itu, lanjutnya, terdapat juga kerja sama pengadaan perangkat kerja perusahaan dan jasa penyewaan peralatan olah data serta pemeliharaan perangkat telekomunikasi.

Adapun kerja sama antara Inti dan PLN adalah untuk pembuatan prepaid KWH Meter yang juga diharapkan berjalan pada awal tahun depan. Dalam kerjasama tersebut, Inti juga akan menggandeng satu perusahaan lokal untuk membantu pembuatan software. Sayangnya, Irfan masih enggan memberitahukan secara detail nama perusahaan lokal dan sistem kerja sama itu.

Kalau dengan PLN kami belum buat MoU. Masih renacana. Kami akan buat produk untuk PLN, yakni prepaid KWH Meter. Kami juga develop dengan satu perusahaan lokal, tuturnya.

Irfan mengatakan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) akan dibahas pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan diselenggarakan pada Januari 2011. Dalam RUPS tersebut juga akan membahas mengenai rencana pelepasan saham perdana (initial public offering/IPO).

Dia masih belum mau berkomentar banyak mengenai IPO, baik berapa presentase saham yang dilepas dan penggunaan kebutuhan dananya, karena belum ada pembahasan mendalam mengenai aksi korporas tersebut.

RUPS RKAP akan kami bahas Januari. Kami juga bahas mendalam tentang rencana IPO. Banyak persiapan yang harus dilakukan. Januari kami baru siap bicara lebih detil [tentang IPO], ungkapnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, Inti merupakan salah satu perusahaan BUMN yang masuk dalam program privatisasi BUMN 2011 yang diajukan Kementerian BUMN selain PT Jasindo, PT Hutama Karya, dan PT Semen Baturaja.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top