Toyota kewalahan penuhi order mobil niaga

JAKARTA: PT Toyota Astra Motor (TAM), pemimpin pasar mobil di Indonesia, kewalahan memenuhi order kendaraan niaga yakni truk dan pikap, menyusul kapasitas produksi yang tidak dapat mengimbangi kenaikan permintaan.Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto
manda | 27 Desember 2010 11:18 WIB

JAKARTA: PT Toyota Astra Motor (TAM), pemimpin pasar mobil di Indonesia, kewalahan memenuhi order kendaraan niaga yakni truk dan pikap, menyusul kapasitas produksi yang tidak dapat mengimbangi kenaikan permintaan.Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto mengatakan permintaan produk truk dan pikap Toyota saat ini terus merangkak naik, tetapi di satu sisi suplai kendaraan sangat terbatas.

Permintaan banyak tetapi tidak ada barang. Baik truk Dyna dan pikap. Khusus untuk pikap cukup sulit suplainya karena pabrik di Thailand sudah meningkatkan kapasitas produksi tetapi pasar negara-negara lain juga berkembang, kata Joko, kepada Bisnis hari ini.

Joko menggambarkan stok Toyota Dyna saat ini semakin tipis dan bahkan nyaris kosong, padahal pada paruh pertama tahun ini posisi stok berada di kisaran 3 bulan.

Ini karena permintaan dari pasar fleet (korporasi) banyak, kemungkinan karena tren akhir tahun banyak yang merealisasikan belanja. Model truk heavy duty dan truk empat roda yang banyak dicari, katanya.

Truk Dyna saat ini diproduksi di pabrik Purwakarta, hasil kolaborasi Toyota dengan Hino. Adapun model pikap (baik single dan kabin ganda) Hilux dipasok dari pabrik Toyota di Thailand.

Di hubungi terpisah, CEO PT Astra International Tbk- Toyota Sales Operation (Auto2000) Jodjana Jody mengatakan permintaan terhadap truk kategori 2 ton dalam 3 bulan terakhir memang mengalami kenaikan yang luar biasa.

Bahkan pada November, pemesanan di Auto2000 menembus 2.000 unit, padahal tiap bulan sepanjang semester I hanya sekitar 900 unit, katanya.

Kondisi serupa, kata Jody, pun dialami oleh model Toyota Hilux. Besarnya potensi pemesanan kendaraan pikap ini, jelas Jody, tidak dapat diimbangi oleh suplai. Kondisi ini menyebabkan pasar yang berkembang tersebut tidak dapat ditangkap secara maksimal oleh Toyota, karena konsumen di segmen komersial umumnya menginginkan proses pengiriman kendaraan berlangsung cepat.

Potensi banyak tapi karena suplai tidak ada, konsumen tidak mau menunggu, khususnya di Kalimantan dan Sumatera. Ini karena sektor sawit dan pertambangan naik pesat, jelasnya.

Jody menegaskan pada tahun depan, khusus model Hilux permintaan diperkirakan belum bisa dipenuhi secara penuh oleh Toyota karena pabrik di Thailand sudah dioperasikan dalam kapasitas penuh.

Sedangkan Dyna, karena produksi lokal, akan digenjot produksinya pada Februari dan Maret, sehingga masih memungkinkan, tuturnya.

Menilik data penjualan TAM, sepanjang Januari- November, volume penjualan truk Dyna menembus 13.986 unit, melonjak 99,4% dibandingkan dengan periode yang sama 2009. Sementara itu, realisasi penjualan pikap Hilux (baik 4x2 dan 4x4) mencapai 7.014 unit, naik 70,7% dibandingkan dengan periode yang sama 2009.

Secara keseluruhan di segmen komersial, Toyota mencatat penjualan sebanyak 21.000 unit, melambung 88,8% dibandingkan dengan periode Januari-November 2009.

Khusus periode Desember, Joko menambahkan penjualan mobil Toyota untuk seluruh model diperkirakan tidak jauh berbeda dengan posisi Oktober atau November yakni dikisaran 20.000-an unit. Sepanjang tahun ini, Toyota telah memasarkan sebanyak 256.917 unit, melonjak 53,5% secara year-on-year (YoY) dengan menggengam 37% pangsa pasar mobil nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top