Investasi asuransi perlu lebih ekspansif

JAKARTA: Industri asuransi nasional diimbau untuk terus melakukan eksplorasi dalam penempatan investasi, guna memperoleh hasil maksimal dari pengelolaan dana yang dilakukan.
Mochammad Subarkah | 27 Desember 2010 12:49 WIB

JAKARTA: Industri asuransi nasional diimbau untuk terus melakukan eksplorasi dalam penempatan investasi, guna memperoleh hasil maksimal dari pengelolaan dana yang dilakukan.

Humas Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Willy Suwandi Dharma mengatakan hingga kini banyak pilihan penempatan dana investasi yang dapat dipilih perusahaan asuransi untuk memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi.

Menurut dia, penempatan investasi tersebut antara lain dapat dilakukan pada instrumen saham, bersamaan dengan kondisi pasar modal Indonesia yang terus membaik.

Hal itu ditunjukkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan 31 November 2010 berada di level 3.631,63 menguat 41% dari posisi perdagangan awal tahun (4 Januari 2010) di level 2.575,41.

Ada banyak pilihan investasi, tidak hanya deposito. Saham dan sejumlah instrument lain yang diperdagangkan di pasar modal saya pikir masih menjadi pilihan menarik, dengan catatan kehati-hatian dan disesuaikan dengan likuiditas investasi, ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Willy menuturkan penempatan investasi lain yang dapat menjadi pilihan dan dinilai potensial memberikan imbal hasil maksimal juga dapat dilakukan dalam bentuk penyertaan langsung.

Namun, investasi dalam bentuk penyertaan langsung tersebut hanya dapat dilakukan pada batas-batas tertentu yang diperbolehkan, sebagai langkah perluasan usaha, baik pada lini bisnis yang sama maupun lini bisnis yang berbeda.

Dalam hal ini, PT Jaminan Sosial tenaga Kerja (Jamsostek) tercatat menjadi satu perusahaan yang pada 2011 ini tengah dalam persiapan untuk memasuki berbagai lini bisnis dengan penyertaan di tujuh perusahaan, melalui rencana pembentukan Jamsostek Incorporated.

Investasi penyertaan langsung pada 2011 juga ditunjukkan dari rencana PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) untuk mengakuisisi perusahaan asuransi jiwa, serta satu perusahaan lain yang akan mengakuisisi PT Asuransi Parolamas.

Selama dalam batas yang diperbolehkan, investasi dalam bentuk penyertaan langsung ini juga cukup menarik. Selain itu, perusahaan asuransi juga diperbolehkan melakukan investasi pada properti, jelasnya.

Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim menyatakan perusahaan asuransi memang harus terus mencari pilihan investasi yang dapat memberikan hasil maksimal.

Pilihan investasi tersebut ditengarai lebih mengarah pada instrument saham dan reksadana yang ke depan dinilai bakal menjadi pilihan bagi perusahaan asuransi, selain obligasi dan Surat Utang Negara (SUN).

Investasi asuransi ke deposito saya pikir akan menurun. Perusahaan akan mencari investasi lain yang lebih menguntungkan, terutama reksadana dan saham, katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top