Warga Wasior kesulitan transportasi

WASIOR (Papua Barat): Pasca banjir bandang, Wasior, Kabupaten Teluk Wondama memerlukan angkutan pedesaan dan perkotaan menyusul mahalnya biaya transportasi masyarakat di daerah itu.
News Editor | 26 Desember 2010 01:40 WIB

WASIOR (Papua Barat): Pasca banjir bandang, Wasior, Kabupaten Teluk Wondama memerlukan angkutan pedesaan dan perkotaan menyusul mahalnya biaya transportasi masyarakat di daerah itu.

Para pengungsi mengeluhkan tidak adanya transportasi yang menghubungkan hunian sementara menuju pusat kota seperti yang dialami hunian sementara di Kampung Kabau yang berjarak hanya 10 KM dari pusat kota.Menurut pengakuan para pengungsi, mereka terpaksa mengandalkan ojek untuk melakukan perjalanan menuju kota Wasior, padahal kondisi saku mereka sangat cekak pasca bencana banjir Bandang.Meta Mambor, salah seorang pengungsi mengatakan untuk menuju kota Wasior, pada pengungsi harus merogoh koceknya hingga mencapai Rp40.000."Ini mau ke kota sulit. Kita terpaksa naik objek. Sekali jalan Rp20.000. Untuk pulang pergi sudah Rp40.000. Sementara kita tidak punya uan (uang). Buat ambil air juga kita jauh, tidak ada kendaraan," katanya, Jum'at.Tiras Moning, korban banjir bandang di tinggal di pengungsian Rado mengatakan ojek jadi andalan pengungsi karena dari kawasan tempat dia mengungsi, tidak tersedia alat angkutan. "Ya ojeklah, tidak ada yang lain," katanya.Dari pemukiman Rado yang berjarak sekitar 5 KM dari pusat kota, para pengungsi harus merogoh Rp5.000 untuk sekali jalan, tetapi kadang-kadang bisa mencapai Rp10.000 karena pasokan bahan bakar yang terbatas.Para pengungsi mengharapkan ada angkutan yang disiapkan oleh pemerintah supaya akses dari pengungsian menuju pusat kota lebih mudah sehingga biaya untuk kegiatan transportasi masyarakat tidak semahal dibandingkan naik ojek.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rezza Aji Pratama

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top