Fasilitias bea masuk dongkrak kinerja industri otomotif

JAKARTA: Pembebasan bea masuk 200 barang dan bahan baku komponen kendaraan bermotor dapat mendorong daya saing industri otomotif dalam menarik investasi.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 26 Desember 2010  |  10:33 WIB

JAKARTA: Pembebasan bea masuk 200 barang dan bahan baku komponen kendaraan bermotor dapat mendorong daya saing industri otomotif dalam menarik investasi.

Presiden Direktur Indomobil Sukses Internasional Gunadi Sindhuwinata mengatakan kebijakan tersebut dilakukan secara bertahap untuk menekan harga bahan baku yang belum dapat diproduksi secara lokal.

Penambahan itu akan membuat harga bahan baku jadi lebih murah hingga harga produk akhir juga bisa lebih bersaing, ujarnya hari ini.

Gunadi, yang juga menjabat sebagai ketua umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indoesia (AISI), mengatakan penambahan ini akan lebih memengaruhi industri mobil dibandingkan sepeda motor.

Sepeda motor kandungan lokalnya sudah mencapai 80%, jadi saya rasa lebih banyak ke mobil, jelasnya.

Chief External Affairs Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Irwan Priyantoko belum dapat berkomentar mengenai penambahan item tersebut karena belum mengetahui secara detil apa saja yang ditambahkan.

"Saya belum tahu pengaruhnya ke Toyota, karena belum tahu detilnya. Tapi sebagaian besar produksi kami sudah lokal," kata Irwan.

Data pada pabrik TMMIN di Tangerang menunjukkan kandungan lokal Avanza mencapai 89,38%, sementara Fortuner 45,8% dan Innova sebesar 83,2%.

Pemerintah menambah jumlah barang dan bahan baku komponen kendaraan bermotor yang mendapatkan fasilitas bebas bea masuk dari 145 item menjadi 200 item (Bisnis Indonesia, 24 Desember).

Penambahan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 214/PKM.011/2010 tentang Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) dan mulai berlaku per 2 Desember.

Menurut Gunadi, produksi barang dan bahan baku tersebut dapat dialihkan ke dalam negeri jika iklim investasi diperbaiki melalui pembenahan infrastruktur dan menghilangkan hambatan birokrasi.

Lokalisasi itu akan terjadi sendiri jika dilihat daya saing industri kita lebih baik dari luar, jelas Gunadi. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top