China naikkan suku bunga acuan lagi

BEIJING: Bank sentral China (Peoples Bank of China/PBOC) menaikkan suku bunga acuan untuk kedua kalinya dalam 2 bulan seiring ekspektasi inflasi yang kian meningkat.
Yanto Rachmat Iskandar
Yanto Rachmat Iskandar - Bisnis.com 26 Desember 2010  |  08:20 WIB

BEIJING: Bank sentral China (Peoples Bank of China/PBOC) menaikkan suku bunga acuan untuk kedua kalinya dalam 2 bulan seiring ekspektasi inflasi yang kian meningkat.

Dalam pernyataan singkat di situs PBOC, kemarin, disebutkan bahwa terhitung hari ini suku bunga pinjaman 1 tahun naik 25 basis poin menjadi 5,81%, begitu juga dengan suku bunga deposito 1 tahun dinaikkan 25 basis poin hingga 2,75%.

Langkah PBOC menunjukkan ketegasan otoritas China dalam mengendalikan inflasi, kata Wang Qing, ekonom Morgan Stanley yang berbasis di Hong Kong. Dia memperkirakan pihak bank akan menyesuaikan suku bunga untuk kredit berdurasi menengah dan panjang pada awal 2011.

Dengan menaikkan suku bunga acuan sekarang, dia yakin efek pengetatan moneter akan terasa lebih besar ketimbang bila dilakukan pada Januari 2011. Keputusan menaikkan suku bunga adalah yang pertama sejak 3 Desember ketika otoritas moneter Negeri Panda mengumumkan perubahan kebijakan moneter dari longgar menuju kebijakan yang bijaksana atau prudent guna mendukung perekonomian.

Tujuan utamanya adalah menekan ekspektasi inflasi dan memperkecil perbedaan antara lonjakan harga konsumen dan tingkat tabungan, jelas Ba Shusong, peneliti di pemerintah China yang juga penasehat untuk PBOC.

Inflasi pada November mencapai 5,1% (year-on-year), tertinggi dalam lebih dari 2 tahun. Menurut Brian Jackson, senior strategist Royal Bank of Canada di Hong Kong, upaya mengendalikan kenaikan harga dan likuiditas dengan meningkatkan rasio cadangan wajib perbankan, yang telah ditempuh selama ini, belum cukup ampuh. M2, acuan tingkat penawaran uang di pasar, telah meningkat 55% selama 2 tahun terakhir.

Total outstanding kredit berdenominasi yuan juga telah melonjak 60% hingga menyentuh 47,4 triliun setelah bank sentral melonggarkan kebijakan moneter selama krisis keuangan global. PBOC terakhir kali menaikkan suku bunga pada 19 Oktober yang ketika itu merupakan keputusan pertama sejak 2007.

Biaya akomodasi, termasuk tarif air bersih, listrik dan sewa, naik 5,8% pada November (year-on-year), terbesar dalam lebih dari 2 tahun. Harga barang konsumsi juga meningkat 5,9%, tertinggi sejak Agustus 2008.

Peng Sen, wakil chairperson National Development and Reform Commission (Bappenas China), memperkirakan inflasi akan meningkat 3,3% pada keseluruhan 2010, melebihi target pemerintah 3%. Kenaikan rata-rata harga konsumsi pada 2011 diproyeksikan di level 4%. (dea/mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top