Adaro Energy perbesar capex 2011 jadi US$628 juta

JAKARTA: Produsen batu bara PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan memperbesar belanja modal menjadi US$603 juta-US$628 juta pada 2011. Dananya berasal dari kas internal, hasil penerbitan obligasi, dan fasilitas pinjaman siaga.Deputy Corporate Secretary Adaro
Wandrik Panca Adiguna | 24 Desember 2010 08:00 WIB

JAKARTA: Produsen batu bara PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan memperbesar belanja modal menjadi US$603 juta-US$628 juta pada 2011. Dananya berasal dari kas internal, hasil penerbitan obligasi, dan fasilitas pinjaman siaga.Deputy Corporate Secretary Adaro Devindra Ratzarwin mengatakan belanja modal itu nantinya digunakan perseroan untuk membiayai pengeluaran rutin, pembelian alat berat, proyek out of pit crushing conveyor (OPCC) sepanjang 5 km, dan kelanjutan proyek pembangkit listrik mulut tambang berkapasitas 2x30 MW."Alokasi belanja modal untuk 2011 itu di luar kebutuhan dana untuk proyek barging [angkutan batu bara], proyek IndoMet Coal, proyek pembangkit listrik mandiri, dan potensi akuisisi. Untuk keperlukan barging dan IndoMet Coal diperlukan sekitar US$100 juta-US$140 juta, sedangkan untuk akuisisi, kami belum bisa menentukan," tuturnya kepada Bisnis kemarin malam.Proyek IndoMet Coal, untuk memproduksi coking coal, merupakan patungan antara anak usaha Adaro yakni PT Alam Tri Abadi sebesar 25% dan selebihnya dimiliki oleh BHP Billiton. Proyek IndoMet Coal terdiri dari tujuh perusahaan patungan yang memegang tujuh konsesi di Kalteng dan Kaltim.Proyek pembangkit listrik mulut tambang saat ini ditangani oleh PT Makmur Sejahtera Wisesa.Menurut Devindra, untuk membiayai pengeluaran rutin dan pembelian alat berat, Adaro menyiapkan dana US$175 juta dan US$250 juta, sedangkan untuk proyek OPCC diperkirakan US$125 juta-US$150 juta dan proyek pembangkit listrik sebesar US$53 juta pada 2011.Belanja modal untuk proyek OPCC dalam 2 tahun (2011 dan 2012) mencapai US$250 juta-US$300 juta, sedangkan untuk pembangkit listrik dalam 2 tahun mencapai US$106 juta. "Dari total biaya pembangkit listrik US$160 juta, kami sudah mengeluarkan US$54 juta dan selebihnya US$106 juta akan dialokasikan dalam 2 tahun ke depan," tuturnya.Adaro Energy sebelumnya memperkirakan belanja modal pada 2011 mencapai US$464 juta. Namun, angka itu bertambah karena adanya peningkatan kebutuhan belanja modal pada 2011.Harga saham emiten berkode ADRO pada Kamis naik 2,02% menjadi Rp2.525 per saham, mencerminkan kapitalisasi pasar Rp80,76 triliun. Saham Adaro diperdagangkan pada 29,32 kali price to earning ratio.(wiw)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup