Infrastruktur transmigrasi digenjot

JAKARTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan bekerja sama dalam peningkatan pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi, sebagai upaya pengembangan ekonomi lokal dan pedesaan di wilayah tersebut.
Zufrizal | 23 Desember 2010 12:24 WIB

JAKARTA: Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan bekerja sama dalam peningkatan pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi, sebagai upaya pengembangan ekonomi lokal dan pedesaan di wilayah tersebut.

Rencananya, sasaran pembangunan infrastruktur tersebut akan dilaksanakan di 44 kawasan terpadu mandiri (KTM) yang tersebar di wilayah transmigrasi di seluruh Indonesia sesuai dengan Keputusan Menteri No. 293/Men/IX/2009, dengan prioritas awal di beberapa KTM terpilih.

Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan pemilihan KTM yang akan dikembangkan, dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan kawasan itu sendiri.

Dia mengatakan sebelum proyek dilaksanakan, mereka juga akan menyusun strategi, pedoman umum, dan informasi pengembangan KTM yang diperlukan.

"Kerja sama ini ditujukan agar pengembangan ekonomi lokal dan pedesaan di kawasan transmigrasi meningkat dan mendorong serta mempercepat tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan baru dan pengembangan ekonomi di kawasan tersebut," ujar Muhaimin.

Dia menyatakan hal itu seusai penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian PU dan Kemenakertrans tentang pengembangan ekonomi lokal dan pedesaan melalui pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi di Jakarta, sore tadi.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan sektor infrastruktur yang akan dikembangkan di kawasan transmigrasi itu a.l. jaringan sirkulasi yang meliputi jalan produksi atau jalan poros dalam kawasan yang menghubungkan pusat produksi ke jalan utama untuk pemasaran produk-produk yang dihasilkan.

Selain itu juga akan dilakukan pembangunan sistem penyediaan air minum di KTM yang meliputi penyediaan air baku, unit produksi dan pengolahan perpipaan serta distribusi utama air minum ke pemukiman.

Sedangkan di bidang sanitasi lingkungan akan dilakukan dengan melibatkan pemberdayaan masyarakat berupa penyediaan sarana dan prasarana penyehatan lingkungan permukiman seperi pengolahan air limbah, instalasi pengolahan air limbah, serta pengembangan drainase mandiri.

Dia mengatakan dukungan PU pada pembangunan di KTM telah dilaksanakan sejak 2007, dengan pengembangan infrastruktur di 32 lokasi a.l KTM Mesuji di Lampung, Rambutan Parit, Belitang, dan Telang di Sumatra Selatan.

"Untuk tahun anggaran 2011 kami mengalokasikan program pendukung infrastruktur di dua KTM yakni Way Tuba Lampung dan Cahaya Baru Kalimantan Selatan," ujarnya. (zuf)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top