China lawan lonjakan harga properti

SHANGHAI: Pemerintah China kian intensif melawan lonjakan harga properti yang telah berlangsung selama 18 bulan dengan memperkuat pengawasan terhadap investasi real estat orang asing dan meningkatkan suplai lahan.
Yanto Rachmat Iskandar
Yanto Rachmat Iskandar - Bisnis.com 23 Desember 2010  |  10:04 WIB

SHANGHAI: Pemerintah China kian intensif melawan lonjakan harga properti yang telah berlangsung selama 18 bulan dengan memperkuat pengawasan terhadap investasi real estat orang asing dan meningkatkan suplai lahan.

Kementerian Pertanahan dan Sumber Daya Alam China, dalam keterangan tertulis, mengungkapkan suplai tanah pada 11 bulan pertama 2010 telah ditingkatkan sebanyak 48% hingga 128.200 hektare, sedangkan lahan untuk pembangunan rumah tempat tinggal naik 51%. Kementerian ini mengakui ada lonjakan tinggi pada harga tanah di sejumlah kawasan selama November akibat kompetisi yang meningkat. Namun, tidak disebutkan di mana saja lokasinya.

Meningkatnya suplai tanah akan membantu pemerintah mencapai target penyediaan 5,8 juta rumah untuk orang miskin pada 2010, tulis keterangan resmi tersebut, hari ini.

Secara terpisah, Kementerian Perdagangan, yang ikut mengurusi investasi asing di China, telah memerintahkan pemda untuk menghentikan persetujuan sejumlah investasi properti asing guna mengatasi pembelian spekulatif. Harga rumah di 70 kota tercatat naik 7,7% pada November (year-on-year).

Kemendag China juga meminta pemda untuk memperkuat pengawasan terhadap aliran masuk mata uang asing dalam setiap transaksi properti dan dokumentasi kepemilikan lahan. Investasi asing di sektor properti China pada 11 bulan pertama 2010 meroket 48% menjadi US$20,1 miliar, lebih dari dua kali lipat dari peningkatan sebesar 17,7% pada total investasi asing.

Yao Jian, jurubicara Kemendag, pada bulan lalu menyebutkan pemerintah akan memperketat pengawasan proyek milik perusahaan asing dan memverifikasi lebih banyak data di industri properti. Kenaikan harga rumah memang masih terjadi meski otoritas Negeri Panda telah menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam 3 tahun, menghentikan kredit rumah untuk pembelian rumah ketiga dan akan meluncurkan pajak properti.

Volume penjualan bahkan meningkat 15%. Akuisisi lahan di sektor swasta akan melemah pada 2011. Pemerintah tengah memperketat pinjaman sambil meluncurkan suplai tanah baru, tutur Johnson Hu, analis properti dari UOB Kay Hian Investment Co di Shanghai.

Dalam pemberitaan kantor berita Xinhua, pendapatan dari tanah bagi pemerintah Beijing diperkirakan melampaui US$23 miliar (150 miliar yuan) pada tahun ini, bersaing dengan Shanghai, penjual properti paling besar di China. Para pengembang di negara pemilik cadangan devisa terbesar dunia itu telah melampaui target penjualan pada tahun ini. China Vanke Co, pengembang terbesar di sana, pada bulan ini tercatat sebagai pengembang pertama yang membukukan penjualan tahunan sebanyak 100 miliar yuan, target yang sejak awal dipatok untuk 2014. (dea/mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top