World Vision kampanyekan kesehatan anak

JAKARTA: Indonesia World Vision, bagian dari World Vision, lembaga kemanusiaan Kristen internasional yang merupakan mitra Kementerian Sosial RI mengampanyekan Child Health now, program proritas kesehatan anak.
Adi Ginanjar Maulana | 22 Desember 2010 08:33 WIB

JAKARTA: Indonesia World Vision, bagian dari World Vision, lembaga kemanusiaan Kristen internasional yang merupakan mitra Kementerian Sosial RI mengampanyekan Child Health now, program proritas kesehatan anak.

Program itu mencanangkan prioritas kesehatan anak melalui pemerhatian kebutuhan gizi dan kesehatan ibu. Hal itu menjadi krusial karena satu balita Indonesia kehilangan nyawanya dalam dua menit sekali sehingga angka kematian balita mencapai 500 kematian setiap harinya. Sementara lebih dari sepertiga dari kematian itu adalah karena persoalan gizi.

Riset Kesehatan Dasar 2010 menunjukkan 45%-50% ibu hamil Indonesia tidak mendapatkan asupan energi dan protein yang mencukupi. Persoalannya adalah kehamilan berdampak signifikan terhadap kesehatan bayi di masa datang, status kesehatan dan gizi ibu akan mempengaruhi status gizi dan kesehatan bayinya, tutur Sigit Sulistyo, Maternal & Child Health Specialist World Vision Indonesia saat ditemui di Hong Kong Cafe, Jakarta, hari ini.

Dia mengatakan asupan gizi ibu hamil berdampak secara jangka panjang terhadap kesehatan kognitif maupun jasmani anak. Oleh karena itu, menurutnya, asupan ibu hamil harus diprioritaskan. Mari kita menjadikan mereka [Ibu] pahlawan bagi dirinya sendiri dan masa depan bangsa dengan menjaga kesehatan dan memperhatikan gizi mereka.

World Vision telah melayani 98 negara dan mendukung lebih dari 100 juta orang, termasuk 3,4 juta anak dampingan tanpa membedakan agama, ras, suku atau jender. Sementara World Vision Indonesia sendiri telah mencakup pelayanan kepada 1.400 desa di seluruh Indonesia, mendukung 90.000 anak melalui program yang dilaksanakan dengan dukungan 6.000 masyarakat Indonesia melalui mitra lokal Wahana Visi Indonesia selama 50 tahun.(msb)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top