Mubarakah bidik pertumbuhan premi 18,5% pada 2011

JAKARTA: PT Asuransi Syariah Mubarakah membidik pertumbuhan pendapatan premi pada 2011 sebesar 18,5% menjadi Rp237 miliar dari proyeksi sampai akhir tahun ini sebesar Rp200 miliar.
Mochammad Subarkah | 22 Desember 2010 08:08 WIB

JAKARTA: PT Asuransi Syariah Mubarakah membidik pertumbuhan pendapatan premi pada 2011 sebesar 18,5% menjadi Rp237 miliar dari proyeksi sampai akhir tahun ini sebesar Rp200 miliar.

Direktur Mubarakah Parmin Sastro Wijono mengatakan pendapatan premi perseroan per 30 November 2010 tercatat sebesar Rp154,12 miliar, menurun hampir 50% dari periode yang sama tahun lalu sekitar Rp300 miliar.

Menurut dia, penurunan tersebut lebih disebabkan oleh kebijakan perusahaan yang membatasi aktivitas bisnis kesehatan karena loss ratio yang tinggi, dengan porsi tahun ini hanya 18% dibandingkan dengan posisi 2009 mencapai 60%.

Komposisi bisnis Mubarakah tahun ini didominasi oleh bisnis asuransi jiwa kredit dengan porsi mencapai 74%, sedangkan sisanya pada tabungan hari tua karyawan, kesejahteraan karyawan (employee benefit), dan sejumlah bisnis lain.

Pendapatan premi tahun ini menurun karena pembatasan bisnis kesehatan, mengingat kebijakan untuk mengejar kualitas dibandingkan kuantitas. Tahun depan kami membidik peningkatan 50% lewat ekspansi jalur distribusi, ujarnya kepada Bisnis, hari ini.

Parmin menuturkan rencana ekspansi jalur distribusi tersebut lebih ditujukan pada bancassurance (kerja sama dengan bank) yang secara umum membidik potensi nasabah perbankan yang dinilai masih sangat besar.

Sejumlah bank yang akan digandeng pada tahun depan meliputi Bank Mandiri, BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Muamalat, Bukopin Syariah, Bank Jabar dan sejumlah BPD, serta BPR Syariah dan Koperasi.

Seiring dengan rencana ekspansi itu, pihaknya membidik komposisi pendapatan premi 2011 dari jalur bancassurance dengan bank umum dan BPR mencapai 35%, Bank Syariah dan BPR syariah sebesar 25%, sedangkan koperasi 15%, sisanya melalui jalur distribusi lain.

Selain itu, pihaknya juga menargetkan penambahan jumlah agen dari posisi saat ini sebanyak 153 orang menjadi 250 orang pada 2011. Jumlah agen yang relatif minim itu disebabkan aktivitas bisnis perseroan pada segmen korporasi.

Tahun depan kami akan lebih fokus untuk mengembangkan bancassurance, sekaligus untuk meningkatkan porsi bisnis asuransi jiwa kredit, menyusul adanya kebijakan bank yang mensyaratkan penutupan asuransi jiwa untuk kredit konsumer, jelasnya. (mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top