Saham baru BNI diperdagangkan besok

JAKARTA: Saham baru PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mulai diperdagangkan besok. Sementara itu pemegang saham lama kebanyakan mengeksekusi haknya membeli saham baru tersebut.
Amanda Kusumawardhani | 22 Desember 2010 07:12 WIB

JAKARTA: Saham baru PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mulai diperdagangkan besok. Sementara itu pemegang saham lama kebanyakan mengeksekusi haknya membeli saham baru tersebut.

Direktur Utama Bahana Securities Eko Yuliantoro mengatakan hanya sedikit pemegang saham lama yang tidak mengeksekusi haknya membeli saham baru BNI. Sebagian besar pemegang saham yang menyerap saham baru adalah investor domestik.

Untuk jumlah pastinya, silakan ditanya langsung ke BNI. Namun saham baru yang diterbitkan BNI diserap oleh para investor, utamanya dari dalam negeri, ujarnya hari ini.

Sejauh ini pemegang saham lama yang dipastikan tidak membeli saham BNI adalah pemerintah. terkait dengan hal itu, pemerintah menjual haknya seharga Rp300 per saham, sehingga bisa mengantongi dana sekitar Rp700 miliar.

Dalam rights issue tersebut, BNI akan menerbitkan saham baru sebanyak 3,37 miliar saham dengan harga dipatok sebesar Rp3.100 per saham. Dengan jumlah tersebut, bank milik pemerintah ini mengantongi dana sebesar Rp10,44 triliun.

Dana yang diperoleh 80% di antaranya akan dipakai untuk penyaluran kredit korporasi, kredit UMKM, serta kredit konsumer. Sementara itu sebesar 15% dipakai untuk pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan ATM, dan sisanya 5% untuk pengembangan anak usaha.

BNI dibantu sekuritas lokal, PT Bahana Securities sebagai underwriter. Sementara itu sekuritas asing yang ikut menangani aksi korporasi ini adalah UBS, Goldman Sachs, MacQuarie, Credit Suisse, serta Morgan Stanley. (mrp)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top