REI desak pemerintah tuntaskan rusunami

JAKARTA: Kalangan pengembang mendesak pemerintah pusat dan daerah berkoordinasi intensif menuntaskan berbagai hambatan dalam pembangunan rumah susun sederhana millik (rumah sejahtera susun) di kota-kota besar yang terjadi sepanjang 2010.
Heri Faisal | 22 Desember 2010 08:38 WIB

JAKARTA: Kalangan pengembang mendesak pemerintah pusat dan daerah berkoordinasi intensif menuntaskan berbagai hambatan dalam pembangunan rumah susun sederhana millik (rumah sejahtera susun) di kota-kota besar yang terjadi sepanjang 2010.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP-REI) Setyo Maharso mengatakan pembangunan sebagian besar rusunami pada 2010 sempat mangkrak lantaran terjadi perubahan kebijakan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Perubahan kebijakan itu menitikberatkan terhadap pemangkasan koefisien lantai bangunan (KLB) dari skala 6 atau lebih dari 12 lantai menjadi maksimum 4 atau kurang dari 12 lantai. Kondisi itu memaksa pengembang menghitung ulang nilai kelayakan proyek.

Selain itu, Pemprov mengenakan denda dan penyegelan proyek kepada pengembang yang tak mematuhi pergub tersebut. Pergub yang dimaksud adalah Pergub DKI Jakarta No. 27/2009 yang merupakan revisi dari Pergub DKI Jakarta No. 136/2007 tentang Percepatan Pembangunan Rusunami.

Pada saat bersamaan, pengembang menanggung subsidi uang muka dan bunga rusunami karena janji subsidi sudah telanjur dicantumkan dalam perjanjian pengikatan jual beli (PPJB). Waktu itu pengembang percaya pemerintah pasti akan mengganti subsidi rusunami yang dijual sesuai dengan harga patokan.

Pada 2011, pembangunan rusunami di kota-kota besar akan terus kami dorong untuk secara signifikan mengurangi mobilisasi penduduk dari Jakarta ke luar Jakarta. Mobilisasi ini memicu kemacetan sehingga sangat mubazir dari sisi waktu dan BBM. Kita bisa menjadi negara yang kurang produktif, katanya hari ini.

Di Jakarta, terangnya, saat ini sudah terdapat 249 menara yang telah mengantongi izin Pemprov. Menara itu setara dengan 49.000 unit. Selain di Jakarta, REI juga mencanangkan pembangunan rusunami di Bandung, Surabaya dan Medan.

Di Bandung sudah empat proyek yang akan berjalan. Untuk itu, kami mendorong para anggota untuk segera mendapatkan izin dan lahan untuk rusunami. REI mendesak agar pemerintah daerah bisa mempermudah semua perizinan rusunami, katanya. (gak)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top