Budi Acid pada 2011 incar laba Rp140 miliar

JAKARTA: Perusahaan pengolah ketela, PT Budi Acid Jaya Tbk, menargetkan pertumbuhan laba sebesar 250% menjadi Rp140 miliar hingga akhir tahun depan dari proyeksi perolehan laba akhir tahun ini sebesar Rp40 miliar.
Teguh Purwanto
Teguh Purwanto - Bisnis.com 22 Desember 2010  |  06:40 WIB

JAKARTA: Perusahaan pengolah ketela, PT Budi Acid Jaya Tbk, menargetkan pertumbuhan laba sebesar 250% menjadi Rp140 miliar hingga akhir tahun depan dari proyeksi perolehan laba akhir tahun ini sebesar Rp40 miliar.

Direktur Utama Budi Acid Jaya Santoso Winata mengatakan target itu dibuat melihat kebutuhan pasar akan ketela, terutama singkong yang terus meningkat serta kondisi cuaca yang diperkirakan membaik pada tahun depan.

Dia juga menargetkan penjualan bisa naik 20% menjadi Rp2,5 triliun pada 2011 dari proyeksi akhir tahun ini sebesar Rp2,1 triliun. Hingga saat ini, kata dia, produksi singkong sangat berperan besar dalam pertumbuhan penjualan perseroan.

Singkong itu sangat berperan untuk penjualan kami. Sekitar 70% peranannya. Kami optimistis 2011 bisa lebih baik lagi dengan demand pasar yang luas dan besar, serta kondisi cuaca yang lebih baik. [Target pertumbuhan laba itu] bukan terlalu optimistis, tetapi kami juga melihat kondisi yang ada tahun depan, ujarnya hari ini.

Hingga kuartal III/2010, laba perseroan memang turun 77,11% menjadi Rp24,84 miliar dari Rp108,53 miliar pada kuartal III/2009. Hal itu disebabkan kenaikan harga jual tidak secepat kenaikan harga pokok penjualan.

Pada September 2010 penjualan berseih perseroan naik 15,7% menjadi Rp1,48 triliun dari Rp1,28 triliun pada September 2009. Peningkatan itu juga disertai dengan penambahan beban pokok penjualan sebesar 24,29% menjadi Rp1,33 triliun dari Rp1,07 triliun.

Beban usaha perseroan juga meningkat 3,17% menjadi Rp72,25 miliar dari Rp70,9 miliar. Selain itu pendapatan selisih kurs yang diperoleh perseroan lebih kecil menjadi Rp13,17 miliar dari Rp42,12 miliar.

Kalau tahun ini peningkatan harga pokok penjualan lebih cepat dari harga jual kami. Harga singkong saja bisa sampai Rp800/kg. Padahal tahun lalu hanya Rp500Rp600/kg. Sedangkan kami tidak bisa meningkatkan harga jual langsung tinggi. Tahun depan kami harap bisa turun lagi, sehingga kami bisa generate profit lebih baik lagi, jelasnya.

Selain itu, perseroan juga terus mengembangkan Proyek Listrik Tenaga Bio Gas (PLTBG) yang diharakan dapat menambah efisiensi perseroan terhadap penggunaan listrik hingga 10% pada tahun depan.

Santoso mengatakan perseroan ingin membangun 8 PLTBG di lokasi pabrik tapioka perseroan di Lampung. Dia mengatakan saat ini ada enam PLTBG yang sudah beroperasi, dan diharapkan ada tambahan 1 PLTBG yang akan beroperasi pada akhir tahun ini. Adapun sisa satu PLTBG rencananya akan beroperasi pada kuartal I/2011.

Sampai kuartal III/2010, listrik yang dihasilkan dari PLTBG sudah memenuhi 50% kebutuhan listrik kami. Jika semua PLTBG sudah beroperasi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik hingga 75%. Jadi kami dapat melakukan efisiensi sebesar 10%, tutupnya. (05)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top