Tunas Baru Lampung targetkan laba naik 20%

JAKARTA: Produsen minyak sawit PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menargetkan perolehan laba bersih menjadi Rp200 miliar atau naik sebesar 20% dari perkiraan laba akhir tahun ini sebesar Rp160 miliar.
Teguh Purwanto | 22 Desember 2010 05:53 WIB

JAKARTA: Produsen minyak sawit PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menargetkan perolehan laba bersih menjadi Rp200 miliar atau naik sebesar 20% dari perkiraan laba akhir tahun ini sebesar Rp160 miliar.

Deputy President Director Tunas Baru Lampung Sudarmo Tasmin mengatakan peningkatan laba itu seiring dengan pertumbuhan penjualan sebesar 15,38% menjadi Rp3 triliun dari proyeksi akhir tahun ini Rp2,6 triliun.

Optimisme ini, lanjutnya, timbul berdasarkan harapan akan meningkatnya volume penjualan crude palm oil (CPO) menjadi 180.000 ton dan (palm kernel oil) PKO sebesar 150.000 ton seiring dengan membaiknya perkiraan cuaca pada tahun depan.

Kami targetkan bottom line tumbuh 20% menjadi Rp200 miliar dan penjualan naik menjadi Rp3 triliun. Kami harap penjualan CPO naik 20%. Selama ini kontribusi terbesar untuk penjualan masih dari CPO, selain itu ada pula PKO, ujarnya hari ini.

Sementara itu, selama sembilan bulan pertama tahun ini, perseroan membukukan penurunan laba bersih sebesar 47% menjadi Rp124,04 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp233,36 miliar.

Hal ini disebabkan adanya penurunan volume penjualan sebesar 9% menjadi Rp1,92 triliun dari Rp2,11 triliun dan peningkatan biaya operasional sebesar 23% menjadi Rp166,71 miliar dari Rp135,96 miliar.

Selain itu Sudarmo juga mengatakan laba kuartal III/2010 turun karena berkurangnya selisih laba kurs sebesar 49% menjadi Rp63,81 miliar dari Rp124,39 miliar pada kuartal III/2009.

Kalau laba kurs ini kan sifatnya sementara. Pada 2009 kami mendapat laba kurs cukup besar, namun pada tahun ini berkurang, jelasnya.

Sudarmo menambahkan pada tahun depan perseroan masih fokus untuk tumbuh secara organik. Untuk segi pendanaan, perseroan belum berencana menerbitkan surat utang (obligasi) dan akan memanfaatkan dana internal serta pinjaman perbankan saja.

Adapun untuk rencana akuisisi lahan, perseroan memang sedang melihat-lihat, namun belum akan dilakukan pada tahun depan.

Kami memang sudah melirik beberapa lahan kelapa sawit seperti di Sumatera Utara, Jambi, dan lainnya, tapi ini baru awal sekali. Belum apa-apa. Untuk tahun depan kami mau fokus tumbuh organik dulu, tutupnya. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top