Ahli anti-aging Deby Peduli Polisi

JAKARTA: Indonesia Institute of Aesthetic and Anti-Aging Medicine (IIAAAM) melakukan gerakan peduli kesehatan yang bertema We care Indonesia sehat kepada polisi lalu lintas Metro DKI yang bekerja selama delapan jam per hari di lingkungan yang polusinya
Zulkarnaini Muchtar | 22 Desember 2010 09:36 WIB

JAKARTA: Indonesia Institute of Aesthetic and Anti-Aging Medicine (IIAAAM) melakukan gerakan peduli kesehatan yang bertema We care Indonesia sehat kepada polisi lalu lintas Metro DKI yang bekerja selama delapan jam per hari di lingkungan yang polusinya tinggi, tadi siang, di Bundaran HI.

Gerakan We care Indonesia sehat adalah merupakan kegiatan dokter ahli anti aging Deby Vinski, President IIAAM, untuk mengajak pemerintah, masyarakat, dan semua komponen bangsa untuk peduli terhadap masalah kesehatan.

Pertimbangan Deby yang juga dikenal sebagai pelopor anti-aging di Indonesia memberikan perhatian khusus kepada petugas-petugas dari kepolisian, karena setiap hari terkena dampak langsung dari polusi kendaraan bermotor yang berbahaya. Udara kotor yang dihirup dapat mempengaruhi rusaknya organ-organ tubuh kita 5 sampai 10 tahun kemudian, antara lain gangguan pernapasan, kardiovaskuler, stress, kerusakan kulit wajah, derajat perkasa dan itu bisa dicegah, kata Deby.

Bersamaan dengan kegiatan itu, Deby memberikan antara lain produk antioksidan untuk konsumsi satu bulan , kacamata pelindung dari sinar matahari, kaos dan menyediakan alat deteksi dini anti aging dengan computer anti aging touch screen (CAATS) untuk deteksi sejak dini gangguan hormonal dan kesehatan yang telah terjadi.Alat tersebut, katanya, merupakan temuan dokter Vinski, suaminya. Di dunia alat tersebut hanya ada dua yaitu di Indonesia [tempat Deby] dan Paris, katanya.

Menurut Deby, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan kepeduliannya terhadap lembaga direktorat lalilintas sebelum terjadi sakit. Hubungannya sangat erat, karena polusi berpotensi menyebabkan penyakit di masa tua dan jangan dilihat sekarang. Kalau dibiarkan nanti bisa menjadi beban negara, kata Deby.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top