China naikkan harga BBM untuk ketiga kalinya

SHANGHAI: Pemerintah China kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) guna merespons peningkatan harga minyak dunia, untuk ketiga kalinya sepanjang tahun ini di saat inflasi tengah mengancam negara tersebut.
Yanto Rachmat Iskandar
Yanto Rachmat Iskandar - Bisnis.com 22 Desember 2010  |  06:31 WIB

SHANGHAI: Pemerintah China kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) guna merespons peningkatan harga minyak dunia, untuk ketiga kalinya sepanjang tahun ini di saat inflasi tengah mengancam negara tersebut.

National Development and Reform Commission (NDRC/Bappenas China) menyebutkan harga bensin akan naik sebanyak 4% menjadi US$47 (310 yuan) per metric ton terhitung hari ini, sedangkan diesel dinaikkan sebesar 300 yuan per ton.

Keputusan menaikkan harga bensin, diesel dan minyak tanah diambil melalui pertimbangan hati-hati di tengah akselerasi harga-harga umum, tulis keterangan resmi NDRC.

Harga minyak mentah di pasar internasional pada bulan ini menyentuh level tertinggi sejak Oktober 2008. Kendati demikian, kata NDRC, dengan mempertimbangkan tren harga umum dan suplai produk minyak olahan, pemerintah membatasi skala penaikan harga BBM.

Harga minyak mentah di New York telah meningkat 10% sejak 18 November dan diperdagangkan seharga US$90,01 per barel pada pukul 7:32 di Singapura. Terakhir kali China menaikkan harga BBM adalah pada 26 Oktober.

Inflasi di negara pengonsumsi minyak terbesar kedua di dunia itu terakselerasi hingga 5,1% pada November (year-on-year), tertinggi dalam 28 bulan. NDRC memperkirakan penyesuaian harga BBM kali ini akan menyumbang 0,07% terhadap inflasi bulanan.

Harga ritel bensin di kategori N90 akan dinaikkan maksimal 0,23 yuan per liter, sedangkan diesel N0 sebanyak 0,26 yuan per liter. Harga bahan bakar jet No.3 akan naik sebanyak 300 yuan per ton menjadi 5.900 yuan.

NDRC meminta China National Petroleum Corp dan China Petrochemical Corp --perusahan minyak terbesar di China-- serta perusahaan pengilangan minyak lainnya tidak menaikkan harga di atas batas maksimal yang ditetapkan pemerintah.

NDRC di tingkat daerah akan giat mengawasi harga BBM dan menghukum kalau ada penimbunan atau penyimpangan harga, tambah mereka.

Dalam survei bank sentral (Peoples Bank of China/PBOC) terhadap 20.000 rumah tangga, yang dirilis pada 15 Desember, terlihat bahwa konsumen lebih takut pada kenaikan harga-harga umum pada saat ini dibandingkan dengan sebelumnya dalam 1 dekade terakhir.

Langkah ini [kenaikan harga BBM] lumayan lama diputuskan mengingat kekhawatiran pemerintah terhadap inflasi, namun di sisi lain, para penyuling minyak menderita kerugian akibat lonjakan harga minyak mentah. Kenaikan 4% tidak cukup, tutur Hei Wei, analis minyak dari BOCOM International Holdings Co di Beijing.

Sejak Desember 2008, otoritas Negeri Panda telah menyesuaikan harga BBM sebanyak 13 kali. Kebijakan ini bersifat otomatis di mana setiap ada perubahan harga minyak mentah lebih dari 4% dalam 22 hari kerja, maka harga BBM dapat direvisi. (dea/mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top