Konversi mitan ke gas perlu diapresiasi

JAKARTA: Komisi VII DPR menilai keberhasilan konversi minyak tanah ke gas elpiji yang menghemat keuangan negara Rp37,08 triliun harus mendapatkan apresiasi sebagai satu keunggulan bangsa.Anggota Komisi VII DPR Ali Kastella mengatakan keberhasilan tersebut
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Desember 2010  |  10:45 WIB

JAKARTA: Komisi VII DPR menilai keberhasilan konversi minyak tanah ke gas elpiji yang menghemat keuangan negara Rp37,08 triliun harus mendapatkan apresiasi sebagai satu keunggulan bangsa.Anggota Komisi VII DPR Ali Kastella mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah untuk menjaga dan menghemat keuangan negara. Penghematan keuangan negara tersebut sangat diperlukan guna memperkuat pertumbuhan ekonomi. "Kita apresiasi terhadap keberhasilan pemerintah dalam program konversi tersebut," ujarnya Anggota Fraksi Partai Hanura tersebut hari ini. Menurut dia, dengan adanya negara lain yang akan mengadopsi program tersebut maka program tersebut bisa dijadikan program unggulan bangsa Indonesia. Sejak program konversi minyak tanah ke gas digulirkan pada 2007 hingga 2010, pemerintah telah menarik minyak tanah 6,9 juta kiloliter. Kendati program konversi secara nasional berjalan, tetapi pemerintah tetap harus menyisakan minyak tanah 1,5 juta kl hingga 2013, terutama di kawasan pedalaman yang belum mendapatkan pasokan listrik.Sebelumnya Dirjen Migas, Kementerian ESDM Evita Legowo mengatakan dengan penarikan minyak tanah sebanyak 6,9 juta kl, setidaknya terjadi penghematan hingga Rp37,08 triliun. Dari penghematan tersebut, sebesar Rp25,64 triliun diserahkan kembali ke APBN untuk program subsidi lainnya. Sisanya Rp11 triliun untuk pengadaan paket kompor dan tabung elpiji yang dibagikan gratis pada masyarakat.Menurut catatan, pada 2010 pemerintah mulai memberlakukan sistem distup (distribusi tertutup) elpiji 3 kg yang pembeliannya dengan menggunakan kartu kendali. Solo adalah salah satu dari enam kota di empat provinsi kota yang menjadi pilot project penerapan sistem tersebut. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top