Jangan cetak goal, nanti diklaim Malaysia

News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Desember 2010  |  01:37 WIB

JAKARTA: "Jangan banyak-banyak mencetak goal, nanti diklaim Malaysia," begitu komentar seorang penelepon yang mengikuti acara Apa Kabar Indonesia Pagi di TV One pagi ini.

Saya tersenyum, sementara rekan di samping saya tertawa lebar. Ya, begitulah. Banyak orang sinis terhadap Malaysia setelah negara jiran itu banyak mengklaim produk dari Indonesia mulai dari batik, reog Ponorogo, lagu Rasa Sayange, lagu Jali-jali sampai klaim perbatasan negara.Eforia jelang pertandingan semi final Piala AFF antara Indonesia dan Malaysia pada leg pertama yang digelar di Bukit Jalil, Malaysia, memang makin membuncah. Dalam pertandingan tandang, Indonesia yakin menang setelah pada babak penyisihan mampu memukul Malaysia 5-1.Nasionalisme masyarakat Indonesia meningkat ketika mendengar kata Malaysia. Apalagi dalam pertandingan bergengsi dan untuk keempat kalinya Indonesia masuk final piala AFF. Ketangguhan Thailand memupus harapan Indonesia menjadi juara pada tahun 2000 dan 2002. Sementara, keperkasaan Singapura juga menghalau Tim Merah Putih untuk menjadi juara pada 2004.Malaysia juga pernah meraih posisi runner up setelah masuk final pada tahun 1996. Namun itulah satu-satunya negeri serumpun itu berhasil masuk final. Kita, Indonesia, sudah tiga kali dan telah menunjukkan keperkasaan membantai Malaysia 5-1.Skuad PSSI yang dipimpin oleh Firman Utina, kini memang sedang gagah-gagahnya. Kualitas pemain hampir merata di setiap lini. Penjaga gawang Markus Haris Maulana diharapkan masih tampil prima dan mengharamkan satu pun gol yang bersarang di gawangnya.

Di lini belakang saya yakin Maman Abdurahman, Muhammad Nasuha, Zulkifli, belum lagi jika Muhammad Robby diturunkan, mampu meredam serangan Malaysia. "Jangan biarkan bola lewat," begitu sepanduk yang terpampang di tribun atas sektor 22 Gelora Bung Karno menyebut seraya menyebut nama pemain barisan tim nasional."Firman, Okto, Ridwan, Arif, luncurkan bola sederas air bah," begitu bunyi spanduk lainnya memberikan semangat kepada pemain tengah.Untuk para penyerang spanduk yang dipampangkan juga lebih seru untuk memberikan semangat kepada Christian Gonzales, Irfan Bachdrim, Bambang Pamungkas dan Yongki Aribowo.Masih ada sisa waktu lima hari jelang laga final AFF Suzuki Cup 2010 menghadapi Malaysia. Sisa waktu ini benarbenar dimanfaatkan oleh pelatih Alfred Riedl untuk segera mempersiapkan taktik dan strategi tim asuhannya.Malaysia tak istimewaSehari usai memastikan diri lolos ke final dengan mengalahkan Filipina 1-0, Firman Utina dkk langsung menjalani latihan rutin di Lapangan Timnas, Senayan Jakarta. Hanya sedikit waktu bagi pemain untuk bisa istirahat dengan menemui keluarganya.Kita memang boleh tersenyum sekarang. Namun, perjuangan kita belumlah usai. Masih ada dua pertandingan lagi untuk meraih gelar AFF Suzuki Cup 2010, ungkap Alfred Riedl seperti dikutip oleh situs resmi PSSI hari ini.Meski tidak menganggap Malaysia sebagai tim yang istimewa, Alfred Riedl dan jajaran pelatih timnas lainnya meminta pemain untuk tetap waspada. Keberhasilan mereka mengalahkan juara bertahan Vietnam di semi final bisa dijadikan contoh.Yang jelas, Malaysia yang dihadapi oleh timnas Indonesia kali ini diprediksi bakal berbeda dibandingkan dengan ketika dibantai 5-1 di laga perdana. Mereka akan memanfaatkan laga perdana sebagai tuan rumah seperti ketika melawan Vietnam.Mereka akan bermain menyerang dan lebih terbuka saat menjadi tuan rumah. Sebaliknya, mereka akan bertahan total saat laga kedua di Jakarta. Untuk itu, kami sudah menyusun taktik dan strategi yang tepat untuk menyiasati hal itu, papar Wolfgang Pikal, asisten pelatih timnas.Pada hari ini, timnas akan menggelar dua kali latihan di lapangan timnas, Senayan Jakarta. Menu latihannya adalah seputar taktik bertanding untuk meredam kekuatan Malaysia.Timnas sendiri direncanakan terbang ke Kuala Lumpur pada 24 Desember 2010. Menurut Ketua Umum PSSI A.M. Nurdin Halid, timnas akan berangkat menggunakan pesawat khusus. Selain itu, PSSI juga akan mengirim tim advance untuk mengatur semua persiapan timnas selama di Malaysia. Tim ini dipimpin oleh Sekjen PSSI Nugraha Besoes.Harga tiket naikSetelah partai tandang, Indonesia siap-siap lagi untuk partai kandang yang digelar pada 29 Desember. Tiket pertandingan final leg-2 AFF Suzuki Cup 2010 di Jakarta mengalami kenaikan untuk semua kategori. Tiket termurah seharga Rp75.000 dan yang termahal dihargai Rp1 juta.Tak seperti babak semi final yang memiliki harga sama dengan penyisihan, tiket kategori III (tribun atas) kali ini mengalami kenaikan menjadi Rp75.000. Kategori II (belakang gawang) juga naik menjadi Rp150.000.Untuk kategori lebih tinggi juga mengalami kenaikan. Kategori I akan dijual dengan harga Rp200.000. VIP Timur naik dari Rp250.000 menjadi Rp350.000. Begitu pula dengan VIP Barat yang kini harus ditebus dengan harga Rp500.000. Dan, yang paling mahal dengan kenaikan 100% adalah untuk kategori VVIP dengan harga Rp1 juta.Rencananya, tiket ini sudah mulai dijual pada 23-27 Desember. Seperti sebelumnya, pada kurun waktu tersebut pembeli akan mendapatkan voucher untuk ditukar kemudian dengan tiket asli pada tanggal 28 Desember 2010.Mekanisme penjualan tiket akan dilakukan melalui dua cara, online dan manual. Penjualan secara online dikhususkan untuk tiket VVIP dan VIP Barat, sedangkan yang lainnya dilakukan secara manual. Khusus penjualan via online, masih terus dimonitor efektivitasnya. Pasalnya, penjualan secara online saat ini hanya 1% dari total tiket.Padahal sistem penjualan secara online ini adalah solusi jitu bagi masyarakat untuk mendapatkan tiket tanpa harus repotrepot mengantri. Sayang, masih belum banyak masyarakat yang terbiasa melakukan pembelian secara online dengan kartu kredit, ungkap Joko Driyono, Ketua LOC Indonesia.Tak Cuma kenaikan dalam harga tiket, jumlah tiket yang dijual pun mengalami peningkatan. LOC akan mencetak sebanyak 77.000 lembar tiket, terbanyak sejak babak penyisihan hingga final yang berada di kisaran 60.00070.000.Harga tiket boleh naik, tapi pelayanan yang disuguhi PSSI justru menurun. Penonton yang telah membeli tiket tak bisa ditukar, mereka protes. Merusak.Bagi penonton VIP masih sedikit beruntung karena tiket mereka bisa ditukar dan mendapatkan tempat duduk di tribun untuk wartawan. Jadilah arena kerja pers itu berbaur dengan penonton yang berjingkrak-jingkrak, teriak dan meniupkan terompet yang bising sehingga mengganggu konsentrasi kerja wartawan. Wah! (lahyanto.nadie@bisnis.co.id)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top