Tokoh agama diajak promosikan ASI

JAKARTA: Program promosi tentang air susu ibu (ASI) selama ini dianggap masih kurang dan belum sampai ke seluruh masyarakat. Masih banyak kaum ibu yang belum paham apa keuntungan dan kelebihan dari pemberian ASI kepada bayi, terutama ASI eksklusif.Winarto,
News Editor | 21 Desember 2010 10:48 WIB

JAKARTA: Program promosi tentang air susu ibu (ASI) selama ini dianggap masih kurang dan belum sampai ke seluruh masyarakat. Masih banyak kaum ibu yang belum paham apa keuntungan dan kelebihan dari pemberian ASI kepada bayi, terutama ASI eksklusif.Winarto, Direktur Bina Gizi Masyarakat Kemenkes, mengatakan untuk mengatasinya pemerintah mengajak tokoh agama untuk ikut menyebarluaskan informasi kepada umatnya, tentang pentingnya pemberian ASI kepada bayi."Selama ini informasi tentang ASI belum merata pada masyarakat. Selain itu juga karena gencarnya iklan susu formula," katanya dalam Lokakarya bersama tokoh agama bertema 'Pandangan dan peran organisasi agama dalam memasyarakatkan ASI' yang diadakan Unicef dan Kemenkes.Menurut dia, selama ini masyarakat tidak mendapatkan informasi yang benar tentang manfaat ASI. Dan juga lingkungan yang kurang mendukung untuk ibu menyusui."Strategi peningkatan pemberian ASI, dengan menciptakan lingkungan yang kondusif melalui peraturan perundangan dan kebijakan. Pemberdayaan dan peningkatan pengetahuan ibu, keluarga dan masyarakat tentang mana yang terbaik, boleh dan tidak boleh," ujarnya.Selain itu, tambahnya, mengembangkan kemitraan bersama untuk meningkatkan, melindungi dan mendukung pemberian ASI.Sasaran program pemberian ASI, katanya, adalah minimal sampai anak usia 6 bulan dengan ASI saja. Setelah itu baru diperkenalkan makanan pendamping (MP) ASI pada usia 6-12 bulan. Kemudian ditingkatkan pemberian MP ASI hingga usia 2 tahun. (tw)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup