Bakrie Life upayakan pembayaran cicilan

JAKARTA: PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) berkomitmen untuk segera mengupayakan pembayaran cicilan dan bunga tahun ini, terkait dengan skema pembayaran gagal bayar produk Diamond Investa yang mengalami keterlambatan.
Mochammad Subarkah
Mochammad Subarkah - Bisnis.com 21 Desember 2010  |  05:46 WIB

JAKARTA: PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) berkomitmen untuk segera mengupayakan pembayaran cicilan dan bunga tahun ini, terkait dengan skema pembayaran gagal bayar produk Diamond Investa yang mengalami keterlambatan.

Keterlambatan pembayaran tersebut meliputi cicilan ketiga yang jatuh tempo pada 30 September lalu, serta bunga periode Juni-November. Cicilan keempat akan jatuh tempo pada 31 Desember, sekaligus bakal menjadi tanggungan yang harus diselesaikan sampai akhir tahun ini, termasuk bunga Desember.

Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto mengatakan pihaknya telah memenuhi panggilan Biro Perasuransian Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada Senin, 20 Desember.

Menurut dia, dalam pertemuan tersebut Bapepam-LK menanyakan dan menekan agar pembayaran kepada pemegang polis produk Diamond Investa dapat dilakukan secepatnya, mengingat sudah terjadinya keterlambatan.

Tidak disebutkan secara rinci, tetapi pihaknya berkomitmen untuk segera membayar cicilan yang sudah terlambat itu, mengingat upaya yang tengah dilakukan dalam penyediaan dana tersebut.

Dalam pertemuan itu kami menyampaikan bahwa proses di group masih berjalan dan tetap mengusahakan agar pembayaran dapat dilaksanakan secepatnya, ujar dia melalui pesan singkat yang dikirim kepada Bisnis, hari ini.

Data Bisnis mencatat Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi Diamond Investa sebesar Rp360 miliar sejak 2008. Sesuai surat keputusan bersama (SKB) antara manajemen Bakrie Life dan nasabah menyepakati pembayaran dengan skema cicilan.

Pembayaran cicilan pokok disepakati sebesar 25% pada 2010, 25% pada 2011, dan sisanya 50% pada 2012. Sebesar 25% cicilan pada 2010 dan 2011 disepakati pembayarannya sebanyak empat kali setiap akhir kuartal, dan terakhir pada 2012 sebesar 50%. Hingga kini, cicilan pokok tersebut baru dibayar sebanyak dua kali yaitu untuk jatuh tempo Maret 2010 dan Juni 2010 dengan nilai sekitar Rp70 miliar. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayar berikut bunga dari Juli-November 2010, sehingga sisa utang tercatat sekitar Rp290 miliar. (04)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top