BI cek kepemilikan Djarum di BCA

News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Desember 2010  |  14:06 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia (BI) akan meneliti kebenaran transaksi kelompok usaha Djarum dalam menambah kepemilikan saham mayoritas pada PT Bank Central Asia (BCA) Tbk menjadi di atas 50%.

Direkrut Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan BI Joni Swastanto mengatakan sudah mendengar informasi mengenai aksi korporasi Djarum Group. Namun, sambungnya, bank sentral perlu melakukan klarifikasi atas validitas transaksi itu.

Tetapi, BI sedang meneliti kebenaran berita tersebut, ujarnya kepada Bisnis, malam ini.

Menurut dia, jika penambahan saham di pasar modal mengubah struktur saham pengendali, harus melakukan proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and propertest) bagi calon pemegang saham terkati.

Namun, lanjutnya, jika tidak mengubah pemegang saham pengendali, prinsip transaksi tersebut dari sisi BI tidak perlu melakukan perizinan. Cuma pengawas mencatat saja, jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Direktur Direktorat Pengawasan III BI Adie Soes. Menurut dia, pihaknya masih melakukan pendalaman mengenai transaksi tersebut. Sekarang kami masih menelitinya, katanya.

Djarum Group menambah dominasi sebagai pemilik mayoritas saham BCA dengan membeli 515 juta lembar saham dari UBS Securities. Pembelian dilakukan melalui dua anak perusahaan Djarum yakni Tricipta Mandhala Gumilang dan Caturguwiratna Sumapala.

Kedua perusahaan juga merupakan pemegang saham pengendali PT Sarana Menara Nusantara Tbk. Melalui Credit Suisse, Djarum membeli saham BCA dari UBS Securities sebanyak 515 juta lembar dengan harga Rp6.700 per saham.

Dengan transaksi itu, maka secara keseluruhan Grup Djarum memiliki 50,24% saham BCA. Sebanyak 515 juta lembar saham yang diambil alih setara dengan 2,25%.Djarum merupakan kelompok usaha yang dimiliki Hartono bersaudara Robert dan Michael Hartono. Kedua taipan ini baru saja dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia oleh Forbes dengan total harta US$1,1 miliar.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top