Hubungan anggota Setgab tetap panas dingin

JAKARTA: Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi memprediksi pada 2011 hubungan di antara anggota setgab masih tetap panas dingin dan akan selalu terjadi tarik menarik kepentingan."Karena mereka bergabung dalam setgab
News Editor | 21 Desember 2010 14:10 WIB

JAKARTA: Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi memprediksi pada 2011 hubungan di antara anggota setgab masih tetap panas dingin dan akan selalu terjadi tarik menarik kepentingan."Karena mereka bergabung dalam setgab dengan latar belakang dan agenda yang berbeda, kemudian disatukan oleh motif praktik yang sama meletakkan kader di kabinet," ujarnya saat dihubungi Bisnis hari ini.Burhanudin juga membenarkan selama ini hitam dan putih setgab sangat ditentukan hubungan panas dingin dua aktor utama yakni Golkar dan Demokrat. Apalagi keduanya memegang kartu truf untuk saling mengintimidasi lawan. Golkar memegang kartu Century, sedangkan Demokrat memegang kartu mafia pajak. "Kalau terjadi kontraksi hubungan keduanya di 2011, dikeluarkan lagi [kartunya], panas lalu didinginkan lagi. Itu yang membuat cemburu [partai tengah,PKS,PKB,PAN,PPP)."Sementara itu, menanggapi kritik PPP dan PKS terhadap dominasi Golkar dan Demokrat terkait kinerja setgab, menurut Burhanudin hal tersebut merupakan bentuk kecemburuan partai tersebut. Sebab sejak awal mereka telah bersama membangun Demokrat, tetapi di tengah jalan Demokrat lebih berpihak pada Golkar. "Ini yang bikin mereka cemburu, Golkar sebagai istri muda memiliki bergaining yang jauh dibandingkan 'istri tua' [partai tengah] karena jam terbang paling licin dan licik."Apalagi bila Demokrat dan Golkar bersatu maka presentase mereka di DPR akan mencapai 45% hanya tinggal menambah satu partai lagi, suara mereka telah melebihi 50%. "Kalau Golkar dan Demokat sudah mencapai kesepakatan itu akan mengintimidatif partai yang secara presentasi suaranya jauh lebih kecil."Burhanudin juga menganggap keinginan PKS berkonsolidasi dengan partai-partai tengah lainnya hanya opini sebagian elit PKS dan PPP. "Untuk perkuat posisi tawar mereka." (tw)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top