20 Tahun lagi Indonesia kebanjiran pekerja asing

Aprilian Hermawan | 20 Desember 2010 09:47 WIB

JAKARTA: Wapres Boediono memperkirakan Indonesia akan kebanjiran tenaga kerja asing 20 tahun lagi dan secara otomatis akan mengurangi arus pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Boediono mengemukakan Indonesia akan mampu menyediakan lapangan kerja yang kompetetif dengan perusahaan asing di luar negeri setelah proses pembangunan infrastruktur rampung dan terjadi pemerataan pembangunan.

Saya kira 20 tahun lagi, negara kita yang justru akan menjadi tujuan mencari kerja bagi tenaga asing. Negara kita akan menarik bagi tenaga kerja asing. Indonesia punya seluruhnya untuk mencapai itu, ujarnya saat memberikan penghargaan kepada para TKI yang sukses hari ini.

Wapres mengaku saat ini pemerintah belum bisa mencegah arus pengiriman TKI karena Indonesia sendiri belum mampu menyediakan lapangan kerja yang mencukupi untuk seluruh warganya. Ini merupakan realita yang sulit dibantah sehingga masih banyak warga pedesaan yang mengadu nasib ke luar negeri.

Beberapa TKI yang bekerja di sejumlah negara berhasil meningkatkan taraf hidup keluarga dan lingkungan sekitarnya. Bahkan mereka mampu menumbangkan devisa dalam jumlah cukup besar. Namun, kata Boediono, kisah sukses para TKI ini tidak diberitakan secara besar-besaran. Para TKI yang terkena musibah yang banyak mendapat perhatian media dan masyarakat.

Saya yakin kalau ada pekerjaan di Indonesia yang sepadan, para TKI di luar out akan memilih bekerja di sini. Tetapi, realitanya tidak demikian, ujarnya.

Namun, lanjut Wapres, suatu saat Indonesia akan mampu menyediakan lapangan kerja dan seluruh kebutuhan mata pencaharian yang kompetetif dibandingkan bekerja di luar negeri. Indonesia akan mengikuti pertumbuhan ekonomi China dan India karena negara ini mempunyai modal sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Kuncinya membangun ekonomi yang berkesinambungan. Membangun ekonomi butuh kesetabilan politik. Kebijakan ekonomi yang dikeluarkan tidak hanya bagus di atas kertas, tapi juga pas di lapangan, jelasnya.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan sebenarnya tren penurunan pengiriman tenaga kerja sudah terlihat sejak 2009 meskipun presentasenya masih kecil. Menurut dia, pengiriman tenaga kerja di sektor nonformal atau pembantu rumah tangga presentasenya turun sekitar 3% pada periode 2009-2010.

Dan itu akan terus kita tekan. Kami akan mendorong pengiriman tenaga di sektor formal seperti teknisi, operator, tenaga kerja bangunan dan lainnya. Itu yang akan kita perbanyak, katanya.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga sudah menyiapkan berbagai program untuk mencegah minat warga desa bekerja di luar. Diantaranya program pemberdayaan ekonomi, pelatihan usaha, permodalan kredit usaha rakyat.

Hari ini saya sudah kumpulkan 38 kabupaten yang merupakan basis TKI di seluruh Indonesia. Dari 38 daerah itu akan kita keroyok dengan program-program pemberdayaan ekonomi dengan potensi ekonomi lokal. Diharapkan penurunan pengiriman akan signifikan, jelasnya. (tw)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup