Heritage Air buka rute Bandung-Malaysia

BANDUNG: Surat kabar terbitan Bandung hari ini antara lain menyoroti soal konsolidasi BPR bisa menyehatkan kondisi lembaga keuangan itu dan harga sayuran di Bandung merangkak naik. Berikut rangkumannya:KONSOLIDASI BPR: Rencana konsolidasi semua bank
News Editor | 20 Desember 2010 02:02 WIB

BANDUNG: Surat kabar terbitan Bandung hari ini antara lain menyoroti soal konsolidasi BPR bisa menyehatkan kondisi lembaga keuangan itu dan harga sayuran di Bandung merangkak naik. Berikut rangkumannya:KONSOLIDASI BPR: Rencana konsolidasi semua bank perkreditan rakyat (BPR) di Jawa Barat mulai tahun depan dinilai dapat menyehatkan kondisi sebagian besar bank perkreditan milik pemerintah daerah yang saat ini kerjanya kurang optimal. (Kompas lembar Jabar)KERETA LISTRIK: Pemerintah mengaloksikan anggaran sekitar Rp1,6 triliun untuk pembangunan koridor jalur ganda kereta api listrik komuter jalur Padalarang-Bandung-Cicalengka. Proyek tersebut direncanakan mulai dibangun pada 2011 dan ditargetkan rampung pada 2016. (Kompas lembar Jabar)HARGA SAYURAN: Selama sekitar satu pekan terakhir, harga sayuran di hampir semua pasar tradisional merangkak naik. Cabai merah misalnya, yang biasa dijual Rp20.000 melonjak menjadi sekitar Rp40.000, cabai rawit (cengek) dari harga normal rata-rata Rp22.000 bisa naik hampir tiga kali lipat menjadi Rp60.000. Lonjakan harga tersebut masih berlaku di sejumlah pasar tradisional hingga Minggu (19/12). (Pikiran Rakyat)PERTUMBUHAN KREDIT: Pada 2011, Bank BJB menargetkan pertumbuhan kredit di atas 25%, atau sekitar Rp6 triliun-Rp7 triliun dari realisasi akhir Desember yang diperkirakan akan mencapai Rp 24 triliun. Target itu lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan industri tahunan, 20%. (Pikiran Rakyat)PENERBANGAN BARU: Dua pesawat dari maskapai penerbangan baru, Heritage Air, akan menambah kesibukan penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, awal 2011. Maskapai milik PT Kagum Group tersebut membuka rute penerbangan dari Malaysia ke Bandung dan sebaliknya. (Seputar Indonesia Jabar)RUMAH SEDERHANA: Penyerapan rumah sederhana di Jawa Barat mengalami perlambatan sejak enam bulan lalu.Hal tersebut karena pengembang lebih memilih menunda produksinya akibat belum jelasnya berbagai kebijakan baru di bidang perumahan. (Seputar Indonesia Jabar) (ln)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top