Askrida segera lepas AJN

JAKARTA: PT Asuransi Bangun Askrida segera melepas kepemilikan sahamnya di PT Asuransi Jiwa Nusantara (AJN) dengan nilai sekitar Rp16 miliar, sebagai bagian dari rencana pengembangan bisnis anorganik perseroan pada 2011.
Mochammad Subarkah | 20 Desember 2010 06:45 WIB

JAKARTA: PT Asuransi Bangun Askrida segera melepas kepemilikan sahamnya di PT Asuransi Jiwa Nusantara (AJN) dengan nilai sekitar Rp16 miliar, sebagai bagian dari rencana pengembangan bisnis anorganik perseroan pada 2011.

Direktur Bangun Askrida J. Djafar mengatakan AJN merupakan anak perusahaan Askrida, tetapi kepemilikan sahamnya di perseroan itu kini sudah menjadi minoritas, sehingga AJN dinilai sudah bisa berdiri sendiri. Menurut dia, hingga kini pihaknya masih menunggu persetujuan dari manajemen AJN terkait dengan rencana pelepasan saham tersebut, setelah diajukannya surat resmi sejak beberapa waktu lalu, dan belum mendapat jawaban. "Untuk melepas saham Askrida di AJN kan harus ada persetujuan dari manajemen AJN. Sampai sekarang kami masih menunggu jawaban. Pelepasan saham itu untuk rencana bisnis anorganik," ujarnya kepada Bisnis, hari ini. Direktur Utama AJN Hero Samudra saat dikonfirmasi Bisnis membenarkan adanya pengajuan surat pelepasan saham yang dikirimkan oleh manajemen Askrida sekitar Febuari 2010 lalu. Dia menambahkan saham Askrida yang masih berada di AJN saat ini tercatat tinggal 8%, dengan nilai sekitar Rp16 miliar.

Pelepasan saham tersebut dinilai merupakan hak penuh dari pemegang saham, sehingga manajemen AJN saat ini tengah dalam proses untuk menjual saham Askrida kepada pihak lain yang berminat. "Kami sudah menerima suratnya dan sudah diproses. Pelepasan saham itu hak pemegang saham. Saat ini kami sedang berusaha menjual dan pasti nanti ada yang berminat untuk membeli," tukasnya. Sementara itu, Djafar menuturkan rencana pengembangan bisnis anorganik Askrida lebih ditujukan pada langkah pemisahaan unit syariah yang telah dimiliki saat ini untuk menjadi perusahaan tersendiri (spin off). Hanya saja, rencana pendirian perusahaan baru untuk bisnis syariah tersebut nantinya akan diarahkan pada bidang usaha asuransi jiwa yang dinilai memiliki peluang lebih besar dan lebih diminati oleh masyarakat. Namun, untuk mendirikan perusahaan asuransi jiwa syariah tersebut pihaknya mengaku masih membutuhkan dana, terutama terkait dengan ketentuan modal minimum perusahaan asuransi sebesar Rp40 miliar, seuai PP No. 81/2008. "Untuk itulah kami akan menjual saham di AJN. Kami berharap proses penjualan saham tersebut bisa selesai pada 2011, sambil menunggu sejumlah persiapan, terutama untuk SDM dan infrastruktur," katanya.(mrp)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup