Pengembang yakin pasar properti tumbuh 20%

JAKARTA: Kalangan pengembang di dalam negeri yakin pertumbuhan pasar properti nasional pada tahun depan lebih dinamis dibandingkan dengan 2010 karena diprediksi tumbuh sekitar 20% dari sekitar Rp155 triliun menjadi Rp186 triliun.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 20 Desember 2010  |  07:59 WIB

JAKARTA: Kalangan pengembang di dalam negeri yakin pertumbuhan pasar properti nasional pada tahun depan lebih dinamis dibandingkan dengan 2010 karena diprediksi tumbuh sekitar 20% dari sekitar Rp155 triliun menjadi Rp186 triliun.

Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah S. Thaib mengatakan pertumbuhan itu bisa tercapai apabila proyeksi semakin membaiknya situasi makroekonomi nasional juga bisa diwujudkan.

Ekonomi Indonesia dalam 2-3 tahun mendatang masih terus menguat. Pendapatan per kapita sudah mencapai di atas US$3.000. Daya beli tumbuh luar biasa besar. Saya yakin Indonesia akan menjadi pemimpin ekonomi di Asia, katanya, hari ini.

Selain itu, lanjutnya, proyeksi pertumbuhan sektor properti 2011 dapat terwujud karena komitmen dukungan likuiditas perbankan dalam penyediaan kredit pemilikan rumah (KPR) semakin gencar.

Suku bunga yang stabil di kisaran satu digit di tengah menguatnya daya beli akan mendorong konsumen mencari hunian baru baik untuk investasi maupun tempat tinggal. Apalagi, harga properti di Indonesia masih lebih murah dibandingkan dengan negara lain, katanya.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP-REI) Setyo Maharso memerkirakan pertumbuhan pasar properti akan berjalan merata di semua subsektor seperti perkantoran, apartemen dan rumah susun, kawasan komersial hingga perumahan sederhana.

Dengan proyeksi pertumbuhan yang positif tersebut, ujarnya, kebutuhan bahan bangunan yang mencakup semen, besi dan baja, furnitur hingga elektronik secara otomatis akan meningkat di kisaran yang sama.

Jika sektor properti menggeliat, akan terdapat sekitar 15 sampai 20 sektor industri lain termasuk manufaktur yang terkena imbas positifnya.

Wajar apabila ekspansi di industri manufaktur pada 2011 akan ikut bergairah. Kami harap pemerintah bisa mempertahankan kondisi makroekonomi yang positif sekaligus insentif untuk sektor properti diperbanyak, terangnya.

CEO Bahama Group Reddy Hartadji sependapat industri properti pada 2011 akan lebih baik dibandingkan dengan kondisi 2010. Bahama Group, ungkapnya, bahkan meningkatkan target penjualan 70% dibandingkan dengan tahun ini dari sekitar Rp500 miliar menjadi Rp850 miliar sejalan dengan sejumlah proyek yang segera dirilis pada 2011.

----------------------

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top