Ketua KY diminta tidak oportunis

Inda Marlina | 20 Desember 2010 10:33 WIB

JAKARTA: Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) Busyro Muqoddas meminta ketua baru lembaga tersebut tidak boleh memiliki agenda tersembunyi dan oportunis untuk menjaga independensi dan integritas lembaga pemeriksa kode etik serta perilaku para hakim tersebut.

Hal itu disampaikan Busyro seusai memberikan sarasehan kepada tujuh komisioner KY di Jakarta hari ini. Menurut dia, ketua terpilih lembaga tersebut tidak boleh orang yang memiliki agenda tersembunyi, oportunis dan terganggu independensinya.

"Saya berharap ketua jangan sampai seperti itu. Jangan pernah memberikan jabatan yang terlalu kuat nafsunya atas jabatan," ujar Busyro kepada pers di Jakarta hari ini.

Ketika dikonfirmasi tentang penolakan sebagian masyarakat terhadap Abbas Said, Busyro mengatakan semua pihak harus menghormati masalah tersebut karena Abbas sudah terpilih menjadi salah satu komisioner KY. Dia juga menolak menyatakan siapa yang sepantasnya dari tujuh komisioner itu untuk menjabat sebagai Ketua KY.

Dia hanya menyampaikan bahwa godaan di KY sangat besar karena kewenangan yang dimilikinya, salah satunya terkait dengan seleksi calon hakim agung. Oleh karena itu, sambung Busyro, dirinya mengharapkan agar tujuh orang tersebut dapat memiliki komitmen untuk menjaga kewenangan KY dengan baik.

Salah satu komisioner KY, Suparman Marzuki mengatakan posisi pimpinan adalah sangat penting karena merupakan etalase lembaga. "Jadi kalau etalasenya jelek dan buram, seperti apa nanti institusinya?" kata Suparman kepada pers.

Koalisi Pemantau Peradilan sebelumnya menolak kepemimpinan Abbas Said sebagai Ketua Komisi Yudisial (KY) terkait dengan masalah integritas dan kualitasnya saat menjabat sebagai hakim agung pada Mahkamah Agung (MA).

Ketua Masyarakat Pemantau Peradilan Hasril Hertanto mengatakan pihaknya menolak figur Abbas Said, salah satu komisioner KY terpilih, sebagai calon ketua lembaga tersebut. Menurut dia, Abbas dinilai memiliki banyak konflik kepentingan dan bermasalah dalam jejak rekamnya. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top