Hanura minta ambang batas 3%

JAKARTA: Setelah Partai Golkar mematok Parliamentary Threshold (PT) hingga 7%, Partai Hanura meminta penentuan ambang batas parpol untuk lolos ke parlemen secara rasional sekitar 3%. Ketua Umum Partai Hanura Wiranto mengatakan angka PT sekitar 3% merupakan
News Editor | 20 Desember 2010 11:15 WIB

JAKARTA: Setelah Partai Golkar mematok Parliamentary Threshold (PT) hingga 7%, Partai Hanura meminta penentuan ambang batas parpol untuk lolos ke parlemen secara rasional sekitar 3%. Ketua Umum Partai Hanura Wiranto mengatakan angka PT sekitar 3% merupakan bentuk kompromi yang dinilai tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. "Kami tidak khawatir, hanya saja penentuan parliamentary threshold harus dilakukan secara rasional," kata Wiranto dalam konferensi pers seusai membuka Rapimnas I Hanura hari ini.Menurut dia, angka kompromistik PT pada kisaran 3% tersebut memungkinkan ditingkatkan sampai 3,5% atau tetap 2,5% sebagaimana yang berlaku saat ini, kata dia. "Menaikkan angka ambang batas bisa saja dilakukan, namun jangan dilakukan sewenang-wenang. Untuk jalan kompromi Hanura menyetujui kenaikan ambang batas parlemen, namun dengan besaran yang tak terlalu tinggi," kata Wiranto. Keinginan peningkatan PT datang dari empat partai besar, termasuk Partai Demokrat dan Partai Golkar. Meskipun dalam Rapimnas Golkar sebelumnya telah disetujui ambang batas diangkat jadi 5%, belakangan Golkar mengusulkan angka 7,5%. (tw)Sedangkan keberatan menaikkan angka ambang batas parlemen dari 2,5% umumnya datang dari partai-partai menengah dan kecil.Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan penyederhanaan parpol dalam Pemilu 2014 bisa dengan meningkatkan PT. "Golkar mengusulkan peningkatan PT 5%-7%. Untuk sehatnya demokrasi, penyederhanaan jumlah parpol diperlukan," ujar kepada wartawan di Gedung DPR hari ini. (tw)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup