Rumenerasi diharapkan dorong kinerja Polri

JAKARTA: Ketua DPR Marzuki Alie berharap pemberian remunerasi kepada polri mampu menjadi salah satu cara meningkatkan kinerja aparat dalam penegakan hukum dan mengurangi segala bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh kepolisian."Jangan bicara telur dengan
News Editor | 20 Desember 2010 07:54 WIB

JAKARTA: Ketua DPR Marzuki Alie berharap pemberian remunerasi kepada polri mampu menjadi salah satu cara meningkatkan kinerja aparat dalam penegakan hukum dan mengurangi segala bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh kepolisian."Jangan bicara telur dengan ayam mana yang lebih dulu, oleh karenanya jangan hasilnya dulu tapi mereka tidak diberikan perhatian yang cukup, itu salah juga. Artinya mari beri perhatian yang cukup sehingga ia mampu bekerja dengan baik," ujar Marzuki di ruang kerjanya hari ini.Meski banyak pihak yang merasa ragu bahwa remunerasi ini akan mampu menghilangkan kenakalan polisi Indonesia, politisi Demokrat ini menilai keraguan tersebut mampu menjadi pendorong bagi kepolisian untuk membuktikan melalui kinerja. "Kalau orang ragu boleh saja, nanti ini yang menjadi tantangan bagi polri untuk membuktikan."Karena itulah, dia berharap pemberian remunerasi yang telah disetujui berlaku mulai 2010 ini dapat dipercepat dan diyakini akan cair pada tahun ini. "Pencairan saya kira tahun ini dibayar, itu anggaran 2010," jelasnya. Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabid Penum) Mabes Polri Kombes Pol. Boy Rafly Amar mengatakan pemberian remunerasi itu berdasarkan Perpres nomor 73/2010 tentang tunjangan kinerja bagi pegawai di lingkungan Polri. Remunerasi itu, paparnya, diluar gaji pokok, tunjangan makan, dan tunjangan jabatan. (tw)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top