Awi-Awi Mandiri untuk desain kriya bambu

 
News Editor | 19 Desember 2010 11:24 WIB

 

JAKARTA: Angklung tidak hanya berfungsi sebagai alat musik tetapi juga bisa dikreasikan menjadi elemen estetik interior dan peralatan serbaguna. Empat belas finalis yang berpartisipasi dalam Awi-Awi Mandiri 2010 telah membuktikan melalui karya kompetisi desain kriya bambu.

Perhelatan tahunan yang diadakan Bank Mandiri bersama Saung Angklung Udjo merupakan bentuk apresiasi kepada musik tradisional angklung sekaligus perayaan atas terpilihnya angklung dalam daftar warisan budaya non-benda dunia oleh UNESCO pada November lalu.Pemenang kategori karya alus atau desain estetis adalah Meila Indarto. Meila membuat angklung baby cradle, yaitu tempat tidur bayi dari bambu yang bisa berfungsi sebagai tempat tidur, kursi goyang, dan kursi tidur.Melalui angklung lingkar, Dinar Hidaya menjadi pemenang kategori karya motekar atau desain inovatif. Angklung lingkar adalah sebuah set angklung melodi yang terdiri dari 30 nada diatonis.Pemenang kategori karya kagunan atau desain fungsional dan ekonomis adalah Dyan Agustin dengan angklung horse, yakni mainan anak-anak berbentuk ayunan kuda-kudaan sekaligus terdapat alat musik angklung.Karya favorit hasil pilihan publik adalah awi puter rancangan M. Khumaidi, berupa alat musik putar yang menggunakan angklung sebagai melodinya.Awi-Awi Mandiri telah diadakan sejak 2008. Selain mengadakan kompetisi desain kriya bambu, Awi-Awi Mandiri 2010 juga melakukan kegiatan lokakarya kreasi dengan bambu, pameran, dan workshop produk inovasi bambu sejak Agustus lalu."Kegiatan Awi-Awi Mandiri merupakan wujud corporate social responsibility (CSR) Bank Mandiri. Kami memilih angklung karena berperan sebagai aset nasional yang harus dilestarikan dan dipromosikan hingga ke dunia internasional," ujar Dirut Bank Mandiri Zulkifli Zaini. (tw) 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top