Jakarta Securities tunjuk akuntan tengahi perbedaan MKBD

JAKARTA: PT Jakarta Securities telah menunjuk kantor akuntan publik (KAP) RSM Aryanto, Amir Jusuf, Mawar, & Saptoto, yang terafiliasi dengan RSM International, untuk menengahi perbedaan penghitungan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) perusahaan dengan
News Editor | 19 Desember 2010 13:26 WIB

JAKARTA: PT Jakarta Securities telah menunjuk kantor akuntan publik (KAP) RSM Aryanto, Amir Jusuf, Mawar, & Saptoto, yang terafiliasi dengan RSM International, untuk menengahi perbedaan penghitungan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) perusahaan dengan bursa."Mereka telah mendapatkan KAP AAJMS untuk penghitungan MKBD, dan telah dilaporkan kepada kami beberapa hari yang lalu," tutur Direktur Perdagangan dan Pengawasan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Wan Wei Yiong kepada Bisnis akhir pekan lalu.MKBD perusahaan efek setiap harinya dipantau BEI dengan batas minimal Rp25 miliar atau lebih tinggi sesuai dengan kewajiban perseroan. Perbedaan pandangan tentang penghitungan MKBD perseroan telah membuat transaksi efek melalui sekuritas itu disuspensi. Perbedaan penilaian MKBD versi otoritas bursa itu didasarkan pada beberapa efek yang dimasukkan Jakarta Securities sebagai unsur pendukung MKBD yang dinilai seharusnya tidak boleh masuk ke dalam penghitungan. Namun, sekuritas itu memiliki pendapat yang berbeda dengan otoritas bursa, sehingga harus mendapatkan pendapat dari pihak ketiga untuk memecahkan kebuntuan itu. Wei Yiong juga mengatakan suspensi yang diberlakukan bagi perdagangan efek melalui Jakarta Securities baru dicabut setelah ada rekomendasi dari KAP tersebut. Suspensi diberlakukan sejak 10 November hingga saat ini. Suspensi didasarkan pada pelaporan MKBD pada 26 Oktober yang dianggap tidak tepat. Bisnis mencoba mengonfirmasi informasi itu kepada direktur utama salah satu anggota bursa (AB) itu, Krisnadi Utama, di kantornya. Namun, yang bersangkutan sedang cuti, sedangkan direksi yang lain sedang rapat sehingga tidak dapat diganggu pada akhir pekan lalu. Direksi lain perseroan yang tercatat di BEI adalah Doddy Setiabudi dan Ervan Fajar Mandala.Perseroan dimiliki oleh komisaris utamanya Benny Andreas dengan porsi kepemilikan sebanyak 50%, sedangkan sisanya oleh Markus Suryawan. (bsi)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top