300.000 Anak alami kekerasan setiap tahun

SURABAYA: Direktur Program Plan Indonesia Nono Sumarsono mengatakan setiap tahun sekitar 300.000 anak mengalami kekerasan fisik dan seksual.
News Editor | 18 Desember 2010 10:00 WIB

SURABAYA: Direktur Program Plan Indonesia Nono Sumarsono mengatakan setiap tahun sekitar 300.000 anak mengalami kekerasan fisik dan seksual.

"Yang dilaporkan kekerasan fisik dan seksual mencapai 200.000 sampai 300.000 anak setiap t

ahun, yang tidak lapor tentunya juga banyak," katanya seusai peluncuran buku gerakan Surabaya ramah anak, hari ini.Menurut dia, kekerasan terhadap anak tidak hanya fisik dan seksual namun juga dalam ekonomi."Anak dipaksa untuk mencari uang, menjadi anak jalanan dan sebagainya," katanya.Jumlah kekerasan ekonomi terhadap anak-anak tersebut, menurut dia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik mencapai 1,2 juta orang.Jumlah ini, menurut dia, bisa terus bertambah seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat.Untuk itu, lanjutnya, pemerintah perlu membentuk strategi yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan anak. Strategi ini butuh dukungan organisasi yang kuat dan anggaran yang memadai.Dia mengatakan selama ini anggaran untuk anak tidak fokus dan seringkali lebih banyak masuk kepada birokrasi, bukan diterima oleh anak.Dia mencontohkan anggaran pendidikan. "Anggaran ini bercampur baur, dana pendidikan itu yang diterima langsung oleh anak sedikit karena digunakan berbagai keperluan birokrasi lainnya," katanya.Dia mengatakan bahwa pihaknya (Plan) yang merupakan lembaga swadaya masyarakat internasional berbasis peningkatan kesejahteraan anak, mengakhiri programnya di Surabaya.Program plan di Surabaya a.l. untuk pendidikan, kesehatan dan juga kampanye antikekerasan terhadap anak serta pemberdayaan masyarakat lainnya, berakhir pada Desember ini setelah 16 tahun.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top