Pagu penghasilan pembeli rusun akan naik

JAKARTA: DPP Realestat Indonesia (REI) mengatakan pemerintah akan menaikan pagu penghasilan pembeli rusun milik sejahtera dari batas maksimal Rp4,5 juta, seiring dengan temuan naiknya tingkat pendapatan perkapita nasional menjadi US$3000 hingga US$3200
| 18 Desember 2010 21:34 WIB

JAKARTA: DPP Realestat Indonesia (REI) mengatakan pemerintah akan menaikan pagu penghasilan pembeli rusun milik sejahtera dari batas maksimal Rp4,5 juta, seiring dengan temuan naiknya tingkat pendapatan perkapita nasional menjadi US$3000 hingga US$3200 per tahun.

Ketum DPP REI Setyo Maharso mengatakan Kemenpera akan menggunakan data baru dari Badan Pusat Statistik yang mencatat kenaikan penghasilan masyarakat, untuk mengkaji kembali pagu penghasilan pembeli rusun sejahtera yang dulu dibuat dengan acuan pendapatan US$2400 per kapita untuk mendapatkan kebijakan insentif pembiayaan.

"Pak Menteri [Menpera Suharso Manoarfa] setuju menggunakan data BPS terbaru [pendapatan per kapita US$3200] untuk meninjau kebijakan soal pemberian FLPP bagi rusun sejahtera. Ini cukup adil dan positif bagi pengembangan rumah susun sejahtera dan apartemen kelas menengah. Kalau bisa awal tahun depan sudah bisa ditetapkan," katanya di sela-sela penyerahan FIABCI Indonesia Award kepada manajemen Kalibata City,proyek apartemen kelas menengah yang dinilai terbaik di Indonesia, pekan lalu.

Setyo mengaku belum tahu ke tingkat berapa pagu penghasilan pembeli itu dinaikan karena belum ada pembahasan dengan asosiasi pengembang tersebut.

Kementerian Perumahan rakyat menetapkan kebijakan bunga KPR hasil Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rusun Sejahtera sebesar 9,25% untuk KPR bernilai Rp90 juta dan 9,95% untuk KPR maksimal Rp135 juta.

Menurut Setyo, penaikan pagu penghasilan itu akan memperluas dan memperbesar pasar apartemen kelas menengah dan rusun sejahtera sehingga bisa mendorong industrinya menjadi lebih menarik.

Dalam hal ini, lanjutnya, penaikan pagu itu berpeluang menaikan tingkat daya beli masyarakat yang tadi membeli apartemen berharga di bawah Rp150 juta menjadi naik ke kisaran Rp200 jutaan.

"Sekarang itu kan memang yang besar itu demandnya untuk apartemen berharga Rp200 juta hingga Rp300 juta. kalau segmen ini bisa ditarik dengan program FLPP tentu akan makin bagus untuk pengembangan rusun sejahtera. Ini sekaligus membantu program penataan kota melalui pembangunan rumah vertikal dengan penajaman untuk masyarakat kelas menengah," katanya.

Dia mengungkapkan data REI terakhir menyebutkan jumlah rusun sejahtera dan apartemen kelas menengah yang tersedia di pasar saat ini mencapai 79.000 unit, yang terdiri dari proyek yang sudah selesai dan dalam proses pengerjaan konstruksinya.

Dalam hal ini, ungkapnya,Kalibata City merupakan salah satu proyek besar yang memberikan pengaruh terhadap pasokan unit dalam pengembangan rusun sejahtera maupun apartemen menengah dengan harga berkisar Rp200 juta hingga Rp300 juta.

Sementara itu, Manajer Penjualan proyek Kalibata City Imron Rosyidi mengungkapkan sekitar 12.800 unit dari 13.000 unit apartemen yang dikembangkan di Kalibata City sudah diserap pasar sejak proyek itu dikembangkan 2008.

Proyek itu terdiri dari 17 menara yang dibangun pada lahan seluas 12 hektare di Bilangan Kalibata, Jakarta dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp2 triliun. "Proyek ini akan serah terima mulai akhir tahun ini secara bertahap dengan terget tuntas dikembangkan seluruhnya pada 2012." (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top