Garuda rampungkan restrukturisasi utang

LONDON: Garuda Indonesia telah merampungkan seluruh restrukturisasi utang kepada kreditur menyusul ditandatanganinya perjanjian pembayaran utang dengan European Export Credit Agency (ECA) dan sejumlah bank senilai US$277 juta di London pada Jumat sore.
Bambang Supriyanto | 17 Desember 2010 18:46 WIB

LONDON: Garuda Indonesia telah merampungkan seluruh restrukturisasi utang kepada kreditur menyusul ditandatanganinya perjanjian pembayaran utang dengan European Export Credit Agency (ECA) dan sejumlah bank senilai US$277 juta di London pada Jumat sore.

Perjanjian ditandatangani oleh Direktur Keuangan Garuda Elisa Lumbantoruan dan David Brackenridge dari Lloyds TSB yang mewakili sejumlah bank.Perjanjian yang dilaksanakan di ruang aula lantai satu KBRI itu disaksikan oleh Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar dan Dubes RI untuk Inggris HE Yuri Thamrin.Total utang maskapai nasional ini berkurang secara signifikan sejak 2005. Posisi lima tahun lalu mencapai US$868 juta, turun menjadi US$464 juta per November 2010. Penurunan terjadi setelah dilakukan pembayaran, buy back utang, dan konversi saham.Sebagian dari sisa utang senilai US$277 juta yang diteken hari ini direstrukturisasi sampai dengan 2016. Dana utang ini digunakan untuk membeli enam Airbus A330-300 pada 1996.Emirsyah Satar mengatakan restrukturisasi finansial merupakan pencapaian penting bagi Garuda untuk melancarkan sejumlah aksi korporasi termasuk IPO.Sementara Dubes Yuri Thamrin mengatakan dengan penandatanganan perjanjian ini diharapkan Garuda makin solid."Saya senang sekali dengan agreement yang ditandatangani hari ini. Ini berarti Garuda makin solid atas komitmen untuk memenuhi kewajiban. Juga dalam memperlancar IPO. Sebagai warga Indonesia tentu senang kalau flag carrier kita bertambah maju," ujarnya seusai penandatanganan.Menurut dia, jika Garuda dapat terbang ke Inggris akan menguntungkan menarik wisatawan ke Indonesia."Kita pragmatis saja, turis dari Inggris jumlahnya cukup besar rata-rata sampai 162.000 per tahun, terbanyak di Eropa, kalau ada yang direct flight akan lebih baik," jelasnya.VP Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto menambahkan selama restrukturisasi bertindak sebagai konsultan finansial yaitu Rothschild.(yn)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top