Progres pengerjaan jalan capai 85%

JAKARTA: Proyek pengerjaan jalan dan jembatan hingga pertengahan Desember 2010 baru mencapai 85% dari target pelaksanaan preservasi dan penambahan jalan sepanjang 38.500 km selama 2010.Diharapkan hingga akhir tahun ini proyek fisik pembangunan jalan
Zufrizal | 16 Desember 2010 10:01 WIB

JAKARTA: Proyek pengerjaan jalan dan jembatan hingga pertengahan Desember 2010 baru mencapai 85% dari target pelaksanaan preservasi dan penambahan jalan sepanjang 38.500 km selama 2010.Diharapkan hingga akhir tahun ini proyek fisik pembangunan jalan tersebut bisa mencapai lebih dari 90% dari yang dijadwalkan.Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengatakan pada umumnya hampir seluruh pekerjaan fisik di lapangan telah rampung, namun beberapa di antaranya butuh penyelesaian atau memang ditargetkan rampung tahun depan, sehingga pekerjaan fisik tahun ini tidak dapat terlaksana 100%nya."Umumnya, laporannya yang belum dilakukan, kalau di lapangan umumnya sudah hampir rampung," ujar Djoko hari ini.Dia mengatakan beberapa proyek yang belum bisa diarmpungkan tahun ini, misalnya, jalan layang Cirebon baru selesai Februari 2011, dan pembangunan jalan nasional di Balaraja juga pada Januari-februari 2011. Penyelesaian tersebut, sudah sesuai dengan target diawal 2010.Alasan lainnya yakni adanya keterlambatan pekerjaan fisik akibat dari cuaca yang buruk dan lambannya kontraktor pelaksana.Djoko mengakui jika saat ini ada beberapa paket kontrak pengerjaan jalan yang terancam diputus karena lambannya kinerja kontraktor. Saat ini, pihaknya tengah melakukan evaluasi dan bernegosiasi dengan kontraktor menyangkut kelanjutan kontrak kerja sama tersebut.Umumnya, dia menjelaskan keterlambatan karena nilai kontrak yang rendah pada saat lelang, sehingga membuat kontraktor tidak serius dalam mengerjakannya.Ditambah lagi adanya musim hujan yang tidak memungkinkan proyek untuk dipercepat."Jumlahnya sedikit mungkin di bawah 1% saja, karena hanya beberapa paket, dan umumnya pekerjaan penggalian dan penimbunan tanah," tambahnya tanpa memerinci proyek mana saja yang terancam diputus itu.Sedangkan terakit penyerapan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp18,8 triliun tahun ini, katanya, diharapkan terserap sebesar 95%.Untuk tahun ini, pemerintah menargetkan dapat merealisasikan 87,5% dari 38.500km di Indonesia dengan kategori jalan nasional mantap. Sebelumnya, jalan nasional kategori mantap hanya mencapai 86% dari 38.500 km.Sementara itu, Ditjen Bina Marga menyiapkan tujuh ruas jalur utama untuk melayani jalur Natal dan Tahun Baru 2011.Tujuh ruas Lokasi yang diutamakan yakni Jawa, Sumatra, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua.Djoko mengatakan untuk akhir tahun ini, tiga ruas jalur utama baru saja ditambahkan yakni Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua.Persiapan kondisi jalan sendiri, diharapkan sepekan sebelum Natal kegiatan fisik sudah dirampungkan, agar tidak terjadi kemacetan selama Natal dan Tahun Baru 2011. (zuf)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top