Gamawan: Kapan pun saya siap

News Editor | 16 Desember 2010 14:37 WIB

JAKARTA: Desakan perlunya merombak Mendagri Gamawan Fauzi terkait pernyataan kontroversinya mengenai keputusan DPRD DIY mengenai RUUK DIY semakin menguat di kalangan DPR. "Presiden perlu mempertimbangkan rencana reshuffle Mendagri karena pernyataannya membahyakan dan merugikan citra Presiden," ujar anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo seusai sidang Paripurna hari ini.

Menurut politis Golkar ini, pendekatan sosialisasi Mendagri terutama terkait pendapatnya mengenai hasil rapat DPRD mengenai RUUK DIY dinilai terlalu terburu-buru dan tanpa strategi sehingga menimbulkan keributan. Pernyataan senada datang dari politisi PDIP Aria Bima. Dia menilai pernyataan Mendagri membuat adanya head to head dengan masyarakat Yogyakarta. "Sidang itu aspirasi yang menjadi pembahasan RUU Keistimewaan," ujarnya seusai sidang Paripurna.Pernyataan Mendagri yang mengatakan bahwa DPRD tidak memiliki mekanisme untuk menentukan dan membuat UU karena merupakan tugas DPR, mengecewakan psikologis masyarakat Yogyakarta. "Sebagai menteri seharusnya dia bijaksana dan diplomatik dibandingkan memberi kepentingan politik yang lebih pendek."Karena itulah, menurutnya, bila Gamawan terus dilanjutkan sebagai menteri dengan berbagai pernyataan responsif terhadap politik akan memperkeruh dan memperburuk suasasana. "Tidak usah takut di-reshuffle karena dia memang tidak masuk kriteria [menteri]," tegasnya.Sementara itu, Gamawan mengaku dirinya tidak takut di-reshuffle sebab dia merasa dirinya berhak mensosialisasikan apapun yang terkait kebijakan pemerintah. "Saya tidak pernah mikir dan tidak pernah takut, kapanpun saya siap. Saya punya harga diri."Dalam rapat kerja di DPR beberapa hari lalu, Gamawan sempat mengungkapkan bahwa pemerintah hanya berurusan dengan DPR dalam menyusun RUU dan tidak berurusan dengan DPRD sebab bukan membuat perda sehingga secara tegas ia mengatakan keputusan DPRD DIY yang memutuskan Gubernur Yogyakarta ditetapkan tidak berlaku dan diabaikan. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top